Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti sempat melontarkan agar Indonesia hengkang dari organisasi internasional G20 lantaran tak banyak keuntungan yang didapat.
Terkait hal itu, Susi menjelaskan bahwa dirinya tidak secara gamblang meminta Indonesia keluar melainkan meminta pemerintah untuk mengkaji ulang keanggotaan Indonesia dalam organisasi tersebut."Bukan betul-betul keluar dari G20, melainkan hanya sebagai negoisasi agar Indonesia tidak dikenakan bea masuk ekspor di sektor kelautan dan perikanan tinggi," ujar Susi dalam sidang pleno dengan Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).Oleh karena itu, Susi pun meminta agar Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) membantu mengkaji niatan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bernegosiasi dengan G20."Kalau kita minta free (bea masuk). Udang kita sudah kena 12 persen, ekspor kita USD 150 miliar, dan tuna itu USD 200 miliar, cuma udang sama tuna saja sudah USD 300 miliar. Belum produk lain, kerang, ikan hidup," tuturnya.Susi menilai, Indonesia mempunyai hak yang sama dengan sejumlah negara berkembang lainnya. Di mana seharusnya dikenakan tarif bea masuk kecil atau tidak sama sekali."Kita punya hak sama dengan Ekuador, Chili, Argentina, apa nelayan kita lebih maju dengan mereka kan tidak, kendalanya apa itu hanya di G20," paparnya.Untuk itu, dengan data yang ada, dia meminta Dekin memberikan masukan yang tepat mengenai masalah tersebut. "Kendalanya negara-negara besar itu tidak mau kehilangan uang, tetapi dengan kepakaran bapak dan ibu (Dekin) untuk membuat kajian ini," tandasnya.
