Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan mengkaji ulang gemuknya jajaran direksi di delapan perusahaan BUMN dalam waktu dekat ini. Perombakan akan dilakukan untuk efisiensi kinerja perseroan sehingga berpotensi mempercepat pengambilan keputusan.
Adapun delapan perusahaan BUMN yang berpotensi akan dirombak jajaran direksinya adalah Perum Navigasi, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Pindad Persero, PT Telkom Indonesia Tbk, PT PLN Persero, Perum Bulog, PT Angkasa Pura II Persero, dan PT Semen Indonesia. "Ada beberapa yang sudah hampir habis (jabatannya), dan ada yang sudah saatnya," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (2/12).Menurut dia, saat ini penilaian terhadap direksi perusahaan menggunakan standar internasional. Tujuannya agar direksi mampu berkompetisi dengan global.
"Asesmen menjadi sangat penting. Sebelumnya, asesmen yang dulu hanya menggunakan standar lokal yang secara standar di bawah standarnya internasional. Semua manajemen yang ada saat ini akan diasesmen dengan standar global," jelas dia.Di samping itu, pemegang saham minoritas Garuda telah mengusulkan kepada pemerintah agar dilakukannya RUPSLB menyusul kinerja keuangan yang menurun. Namun, Rini enggan membeberkan agenda dan jadwal pelaksanaan RUPSLB.
Perombakan direksi dilakukan juga karena banyaknya bos perusahaan BUMN yang saat ini didaulat menjadi menteri. Sebut saja Sudirman Said yang awalnya adalah direktur utama PT Pindad yang saat ini menjadi menteri ESDM. Kemudian direktur utama PT Telkom Arief Yahya yang saat ini menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika. Sedangkan untuk Perum Navigasi sendiri akan dikaji ulang manajemennya. "Kemudian dirut Bulog memang kan sudah memasuki masa pensiun. Nantinya dengan direktur baru berharap Bulog secara operasional dinilai secara menyeluruh karena kami ingin Bulog betul-betul mendukung para petani dengan mengoptimalkan keberadaan Bulog. Kami juga ingin Bulog menjadi pembeli terakhir dari petani kita," tutupnya.
