Neraca Perdagangan Indonesia pada Desember 2014 mengalami surplus sebesar USD 186,8 juta. Kinerja neraca perdagangan membaik usai defisit USD 425,7 juta pada bulan sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada Desember 2014 mencapai USD 14,62 miliar. Sedangkan, nilai impor mencapai USD 14,43 miliar.
Kepala BPS Suryamin mengatakan kinerja neraca perdagangan tersebut membaik dari November 2014.
Namun, perdagangan migas mengalami defisit tinggi sebanyak USD 1,036 miliar. Dimana ekspor USD 2,353 miliar dan impor USD 3,389 miliar.
"Dari total tersebut, paling tinggi defisitnya dari hasil minyak sebesar USD 1,99 miliar. Sedangkan, surplus paling tinggi gas sebesar USD 1,032 miliar," ujar Suryamin dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).
Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus mencapai USD 1,223 miliar. Di mana ekspor nonmigas mencapai USD 12,268 miliar, sedangkan impor mencapai USD 11,045 miliar.
Neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Desember 2014 mengalami defisit sebesar USD 1,886 miliar. Rinciannya, ekspor Januari-Desember 2014 mencapai USD 176,29 miliar. Sedangkan nilai impor Januari-Desember 2014 mencapai USD 178,178 miliar.
"Defisit neraca perdagangan memang mengalami penurunan. Pada Januari-Desember 2013 defisitnya mencapai USD 4,049 miliar. Sedangkan, surplus non migas memang selalu mengalami kenaikan setiap tahun," pungkas dia.
