Sebagai Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Biogas diyakini mampu menunjang ketahanan energi daerah. Tak hanya sebatas energi alternatif saja. Banyaknya bahan dasar biogas, membuat ide pengembangan Biogas potensial digarap di Indonesia.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berpandangan, masyarakat bisa mandiri dengan biogas. Namun tidak dipungkiri, untuk mengembangkan ini perlu pemahaman mendalam.
"Dengan biogas, masyarakat jadi mandiri dan berwawasan masa depan untuk menunjang pembangunan ketahanan energi daerah," kata Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin, Harry Salman Sohar di Jakarta, Jumat (20/3).
Sumber energi biogas yang berasal limbah atau sampah lingkungan, peternakan, industri, pertanian dirasa cocok dikembangkan di wilayah pedesaan maupun pulau terpencil. Apalagi energi ini termasuk energi yang dapat diperbaharui dan menyediakan hara tanah.
Biogas bisa menjadi bagian dari bauran energi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia yang menurut catatan kadin hanya sekitar 76,56 persen. Bauran energi juga dibutuhkan untuk memenuhi permintaan listrik mencapai 7 persen per tahun.
"Amanat Peraturan Presiden nomor 5 tahun 2006 tentang bauran energi diharapkan kelompok baru dan terbarukan menyumbang 17 persen pemenuhan energi nasional pada tahun 2025," terangnya.
