Sejumlah sopir truk rela tidur di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk mengantre demi mendapatkan solar. Bahan bakar ini diperlukan agar usahanya tetap jalan pasca-langkanya jenis bahan bakar tersebut sejak sebulan terakhir.
Salah seorang sopir, Suhatril (67) di Lubukbasung mengatakan, dia mengantre di SPBU Gunung Sago Lubukbasung semenjak Kamis (14/11) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Saya terpaksa tidur di atas mobil saat antre di SPBU Gunung Sago demi mendapatkan solar, karena BBM di mobil sudah habis dan mobil tidak bisa jalan," katanya.
Dia mengakui sudah tiga kali tidur di mobil saat antre di SPBU setelah solar langka semenjak sebulan lalu.
Hal ini dilakukan demi mendapatkan solar, dan apabila tidak antre, maka tidak akan mendapatkan solar. "Minyak datang satu kali dalam dua hari, dan saya terpaksa tidur di SPBU Gunung Sago demi mendapatkannya," katanya.
Advertisement
Tidur Gunakan Terpal Plastik
Sementara sopir truk lainnya Wardi (44) menambahkan pihaknya beserta sopir lainnya tidur di taman SPBU Gunung Sago menggunakan terpal plastik.
"Kami tidur secara bersama-sama di terpal yang sengaja dibawa dari rumah. Saat waktu makan datang, nasi kami beli ke rumah makan terdekat dan kami makan bersama-sama," katanya.
Wardi berharap pemerintah bisa mengatasi kelangkaan solar secepat mungkin, agar usahanya menjual jagung untuk pakan ikan berjalan dengan baik, karena solar kebutuhan dasar untuk kendaraan diesel.
Apabila solar tidak ada, tambahnya, maka mobil tidak bisa jalan untuk membawa jagung, material bangunan, membawa penumpang dan sopir lain. "Saat pengiriman jagung secara mendesak, saya terpaksa membeli solar eceran dengan harga Rp8.000 sampai Rp10.000 per liter," kata dia.
Advertisement
Kelangkaan Solar Akibat Pengurangan Kuota
Manajer SPBU Gunung Sago, Fadli Ilham menambahkan kelangkaan solar terjadi akibat pengurangan kuota sebesar sembilan persen oleh pihak Pertamina.
Namun pada Jumat (15/11), Pertamina menambah kuota solar ke Sumbar. Untuk SPBU Gunung Sago, Delivery Order (DO) solar dalam perjalanan sebanyak 16.000 liter.
"Kita berharap kelangkaan itu akan teratasi, sehingga kendaraan tidak antre lagi di SPBU," katanya.
Dia mengakui DO solar ke SPBU itu sebesar 8.000 sampai 16.000 liter setiap kali pengiriman. Sementara kebutuhan solar sekitar 12.000 sampai 13.000 liter per hari.
Dengan langkanya solar itu, maka seluruh BBM yang masuk habis sekitar delapan jam pengoperasian pompa.
"Ini akibat persediaan minyak di SPBU lain tidak ada, sehingga mobil mengarah ke sini," katanya.
