Penyelundup Harley Davidson, Ari Askhara Terancam Hukuman Perdata dan Pidana

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, akibat ulah tersebut Ari Ashkara terancam hukuman perdata dan pidana. Sebab, mendatangkan kerugian terhadap negara dan merencanakan pembelian secara terstruktur.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penyelundup Harley Davidson, Ari Askhara Terancam Hukuman Perdata dan Pidana
Garuda Indonesia Angkut Harley. ©2019 Merdeka.com

PT Garuda Indonesia nampaknya tak kunjung bebas dari masalah. Beberapa hari ini Garuda Indonesia kembali menghadapi isu penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970an. Di mana, Dirut Garuda Indonesia Ari Ashkara disebut sebagai pemilik barang ilegal itu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, akibat ulah tersebut Ari Ashkara terancam hukuman perdata dan pidana. Sebab, mendatangkan kerugian terhadap negara dan merencanakan pembelian secara terstruktur.

"Apalagi ditulis kerugian negara dan ini menjadi faktor perdata, tapi juga pidana. Ini yang memberatkan," ujar Erick saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick melanjutkan, Kementerian BUMN akan mencari seluruh oknum yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Kementerian BUMN akan menggandeng Kementerian Keuangan dalam menyelidiki kasus ini.

"Tentu proses dari pada ini, urusan publik pasti ada prosesnya lagi. Tapi tidak sampai di situ saja, kita akan terus melihat lagi oknum-oknum yang tersangkut dalam kasus ini dan saya yakin Ibu Menkeu dan Dirjen BC akan memproses secara tuntas," jelasnya.

Dia mengaku sedih akibat adanya kejadian tersebut. Di tengah upaya memperbaiki citra BUMN malah ada bos BUMN yang melakukan tindakan tidak terpuji.

"Ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, kinerja BUMN tapi kalau oknum di dalamnya tidak siap, ini yang terjadi. Dan itu saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan saudara Dirut Garuda. Mungkin itu aja yang saya sampaikan, saya mohon doa supaya bisa bertugas dengan baik," tandasnya.

Kronologi Pembelian

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan pemesan barang selundupan tersebut. Dia adalah Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara. Ari memesan motor classic Harley Davidson tipe softwell head di 2018.

"Dari laporan yang kita dapat, bahwa dari Komite Audit bahwa mempunyai kesaksian tambahan bahwa motor harley milik saudara AA. Detailnya AA memberikan instruksi cari motor classic harley davidson tipe softwell head di 2018, lalu motor ini tahun 70an, jadi motor klasik. Pembelian di April 2019," jelasnya.

Proses transfer dilakukan dari Jakarta ke rekening pribadi Manajer Keuangan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto di Amsterdam. Iwan kemudian membantu bantu pengiriman dan proses pengiriman.

"Ini sungguh yang menyedihkan ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN, bukan individu, menyeluruh. Ini yang tentu yang ibu pasti sangat sedih dan saya sangat sedih. Ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, kinerja BUMN tapi kalau oknum di dalamnya tidak siap, ini yang terjadi," tandasnya.

Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

Rekomendasi