Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumpulkan sejumlah menteri guna membahas akselerasi pengembangan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah. Adapun menteri yang hadir di antaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.
"Mengenai Batang kemarin, makannya tadi ada rapat dengan pak menko pak menteri perindustrian mengenai Batang," kata Menteri BUMN, Erick Thohir usai ditemui rapat di Kemenko Perekonomian, Jumat (3/7).
Menteri Erick menyampaikan, dalam rapat koordinasi tersebut, Menko Airlangga meminta untuk segera diselesaikan timelinenya. Sebagai tindak lanjut hasil rapat hari ini, BKPM pun akan segera menggelar rapat dengan beberapa perwakilan dari Menteri Perhubungan Kementerian PUPR PT PN dan PT PP.
"Sesuai dengan presiden di akhir tahun sudah ada tampak sedikit di sana," kata dia.
Di tempat yang sama Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menambahkan sampai dengan hari ini ini sudah ada 17 perusahaan yang melakukan relokasi di Batang. Secara keseluruhan terdapat 17 yang akan masuk di beberapa cluster atau setara denta 60 sampai 70 persen dari target.
"Yang masuk di Batang itu masuk di cluster 17 itu yang sudah konfirm 3 dari 17 itu. Kita memberikan ruang kepada semua saja tinggal masing-masing investor melihat mana yang paling pas," kata dia.
Advertisement
Akselerasi Pengembangan Kawasan Industri
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mendukung akselerasi pengembangan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah. Hal ini guna menangkap peluang masuknya investasi potensial ke tanah air, dari sejumlah sektor industri yang ingin merelokasi pabriknya dari China.
"Kami melihat, kawasan industri di Batang ini memiliki lokasi yang strategis. Secara geografis, akses Kabupaten Batang dekat dengan Kota Semarang yang memiliki Bandara Internasional Ahmad Yani," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataannya, Rabu (1/7).
Agus menegaskan, pihaknya akan mendorong kepada pengelola kawasan industri untuk dapat melengkapi fasilitasnya, termasuk infrastruktur pasokan energi dan akses logistik. Hal ini akan menjadi daya tarik bagi investor karena terciptanya area yang terintegrasi.
Beberapa perusahaan multinasional yang akan merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia, antara lain berasal dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. Saat ini, terdapat tujuh perusahaan yang sudah memastikan bakal merelokasi usahanya ke Indonesia.
Diperkirakan relokasi tersebut akan mendatangkan nilai investasi sebesar USD 850 juta. Sekaligus mampu menyerap 30.000 tenaga kerja lokal.
