Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan kesiapannya menghadapi Revolusi Industri 4.0 di era kenormalan baru. Dia pun membeberkan beberapa strategi untuk mendorong percepatan transformasi ketenagakerjaan.
"Kementerian telah menyiapkan strategi untuk bisa berperan dan proses link and match pasar kerja. Terlebih di industri 4.0 mengedepankan penggunaan teknologi dan online," ujar Menaker Ida saat menggelar rapat bersama Komisi IX DPR RI di Komplek Senayan, Rabu (8/7).
Pertama, penyiapan kompetensi baru melalui kebijakan triple skilling. Yakni Skilling, Re-skilling, dan Up-skilling.
Menurutnya, penyesuaian kompetensi baru bertujuan untuk peningkatan kompetensi kerja, updating skills, multi skilling, sampai peningkatan karir. Imbasnya tenaga kerja Indonesia dapat bersaing secara global.
Kedua, mengoptimalkan proses pemagangan untuk menambah pengalaman kerja. Ketiga, peningkatan soft skills dan produktivitas kerja.
Kemudian, sambung Ida, melakukan re-desaign kurikulum dengan pendekatan human digital skills. Sebab proses otomatisasi dan digitalisasi akan menjadi tonggak utama kegiatan industri di era kenormalan baru.
Advertisement
Selanjutnya
Kelima, mengoptimalkan proses kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pelatihan bersama pelaku industri untuk kebutuhan kompetensi. Yaitu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
"Ini untuk meningkatkan proses link and match. Sebab dalam kondisi riil di lapangan kerap ditemui ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kesediaan tenaga kerja yang ada," tukasnya.
