Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualitas alat rapid test produksi dalam negeri, RI-GHA, dapat disandingkan dengan rapid test kit impor. Bahkan, Menko Muhadjir menyebutkan, karena diproduksi dalam negeri, rapid test kit RI-GHA akan memiliki harga yang lebih murah dibanding test kit impor.
"Saya yakin produk dalam negeri nanti rapid test lebih murah, mampu bersaing dan siap-siap, kalau ada produk luar yang banting harga, kita juga siap-siap banting harga," ujar Menko Muhadjir di Gedung Kemenko PMK, Kamis (9/7).
Apalagi, beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020 telah membatasi tarif pemeriksaan rapid test tertinggi sebesar Rp 150.000. Oleh karenanya, harga alat rapid test lokal ini dijamin akan lebih murah.
Advertisement
Indonesia Siap Produksi 200.000 Alat Rapid Test Juli ini
Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, menyatakan pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi RI-GHA dengan menambah mitra produksi yang saat ini baru 2, yaitu PT Hepatika Matarama dan Laboratorium Prodia.
Rapid test ini memiliki kelebihan lebih praktis, hasil cepat, sekitar 15 menit, lalu desain yang sederhana dan penggunaan yang fleksibel. "Besaran produksi kami target 200.000 bulan ini, bulan depan 400.000," kata Menteri Bambang.
Menko Muhadjir bilang, Kemenko PMK bersama para pihak terkait akan memonitor penggunaan produk dalam negeri agar terus ditingkatkan. "Kami bersama Kemenristek menindaklanjuti untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri tanpa harus bergantung produk luar. Kita perlu ada revolusi mental untuk mencintai produk sendiri dan percaya diri dengan produk dalam negeri," ujarnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
