5 Jurus Kemenaker Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan di Tengah Pandemi

Dirjen Pembinaan Penempatan tenaga kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Suhartono memastikan kementeriannya telah mempunyai lima strategi dalam menghadapi transformasi ketenagakerjaan akibat revolusi Industri 4.0 dan dampak pandemi Covid-19.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
5 Jurus Kemenaker Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan di Tengah Pandemi
Buruh pabrik rokok. ©2016 Merdeka.com

Dirjen Pembinaan Penempatan tenaga kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Suhartono memastikan kementeriannya telah mempunyai lima strategi dalam menghadapi transformasi ketenagakerjaan akibat revolusi Industri 4.0 dan dampak pandemi Covid-19.

"Seiring semakin cepat berubahnya dunia ketenagakerjaan akibat proses otomatisasi industri dan dampak pandemi Covid-19. Kemnaker telah menyiapkan strategi untuk bisa berperan dalam proses link and match pasar kerja melalui pelatihan vokasi yang dilakukan," ujarnya dalam Webinar bertajuk Tingkatkan Ekonomi Lewat Jualan Produk Virtual Mitra Bukalapak di vidio, Rabu (30/9).

Pertama, melakukan analisis dinamika permintaan dan penawaran di sektor ketenagakerjaan akibat pandemi Covid-19. Kedua, penyiapan kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan tripple skilling, yakni Skilling, Re-skilling dan Up skilling.

"Kemnaker sendiri mempunyai 200 BLK yang akan terus dimaksimalkan. Kami bisa hadir untuk ikut memberikan pelatihan. Kami punya fasilitas itu," tegasnya.

Ketiga, peningkatan soft skill kewirausahaan dan produktivitas kerja. "Kami punya SDM, tapi t permasalahannya membuat orang menjadi wirausaha," imbuh dia.

Keempat, melakukan re-design kurikulum dna metode. Antara lain dengan pendekatan human digital skills dan metode blended training. Terakhir, mengoptimalkan proses kolaborasi antara dunia industri, lemabaga diklat, berbagai asosiasi pengusaha (Kadin, Apindo, dan lainnya. Hal ini untuk identifikasi kebutuhan kompetensi.

Rekomendasi