Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengakui tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Bahkan menurutnya, merujuk data yang ada pengangguran terbuka di SMK telah mencapai 13,55 persen.
"TPT jika dilihat dari pendidikan, SMK masih paling banyak mengisi pengangguran," kata dia saat rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI, secara virtual di Jakarta, Rabu (25/11).
Kemudian kedua disusul oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Angka pengangguran pada tamatan SMA ini mencapai 9,86 persen dari total jumlah pengangguran terbuka yang mencapai 9,77 juta orang di Agustus 2020.
Sementara, untuk lulusan diploma dan universitas masing-masing berada di angka 8,05 persen dan 7,35 persen. Sedangkan usia ke bawah atau Sekolah Dasar (SD) menjadi pengangguran terkecil yakni dengan prosentase hanya 3,61 persen.
"(Itu menggambarkan) Bahwa penduduk bekerja didominasi yang berpendidikan rendah," jelasnya.
Advertisement
Pengangguran Bertambah 2,6 Juta Imbas Pandemi Corona
Dampak pandemi ini juga membuat angka pengangguran semakin melebar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angka pengangguran meningkat menjadi 9,77 juta pada Agustus 2020. Angka ini lebih besar jika dibanding posisi sama tahun 2018 dan 2019.
"Dari sisi total jumlah orangnya yaitu dari 7,1 juta orang menjadi 9,77 juta atau tingkat pengangguran kita naik dari 5,23 persen ke 7,07 persen," kata Menteri Sri Mulyani.
"Tingkat pengangguran ini kalau kita lihat tambahan pengangguran akibat adanya covid adalah 2,6 juta tambahan. Ini adalah tantangan yang harus kita juga tangani akibat dari covid yang luar biasa," tambahnya.
