Daftar 7 Jenis Pengaduan Perbankan Sepanjang 2020, Terbanyak Masalah Restrukturisasi

Kepala Bidang Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Warsito Aji, mencatat ada tujuh jenis pengaduan terkait perbankan sepanjang 2020. Tertinggi untuk masalah restrukturisasi sebesar 34,4 persen.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Daftar 7 Jenis Pengaduan Perbankan Sepanjang 2020, Terbanyak Masalah Restrukturisasi
Kantor berbatik. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Kepala Bidang Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Warsito Aji, mencatat ada tujuh jenis pengaduan terkait perbankan sepanjang 2020. Tertinggi untuk masalah restrukturisasi sebesar 34,4 persen.

"Untuk permasalahan perbankan di 2020 setidaknya ada 7 jenis laporan pengaduan. Terbanyak terkait restrukturisasi sebesar 34,4 persen," ujar dia dalam dalam acara Talkshow Interaktif Membedah Pengaduan Konsumen 2020, Jumat (8/1).

Kedua, pengaduan terkait pembobolan sebanyak 24,1 persen. Kemudian, pengaduan terkait administrasi sebesar 10,3 persen.

Aji menambahkan, untuk pengaduan keempat ialah terkait cara penagihan sebanyak 6,89 persen. Lalu, nasabah juga melaporkan pengaduan terkait gagal bayar sebesar 6,89 persen.

"Keenam ialah pengaduan terkait dokumen juga tercatat sebesar 6,89 persen. Dan terakhir untuk pengaduan lainnya yang tidak disebutkan mencapai 6, 89 persen," terangnya.

Daftar Perbankan Terbanyak Dilaporkan

Sedangkan untuk pelaku usaha, BNI dan BRI menjadi lembaga perbankan yang paling banyak dilaporkan. YLKI mencatat pengaduan terhadap kedua bank himbara tersebut masing-masing sebanyak 7 pengaduan.

"Untuk pelaku usaha itu BNI dan BRI paling banyak dilaporkan. Kita mencatat untuk BNI ada 7 pengaduan dan BRI ada 7 pengaduan," ucapnya.

Selanjutnya ialah BTN dengan 4 pengaduan. Bank Mandiri sebanyak 3 pengaduan. Lalu, ada Bank Permata sebanyak 2 pengaduan.

"Sementara BPR, Bukopin, Bank Mega, Bank Danamon. Kemudian, BCA, Citibank itu masing-masing ada sebanyak 1 laporan," ujar dia mengakhiri.

Rekomendasi