Jurus Rudiantara Percepat Digitalisasi UKM Informal di Indonesia

Komisaris Utama Amartha, Rudiantara berkomitmen penuh dalam memperkuat Amartha guna mempercepat digitalisasi pelaku usaha mikro sektor informal di Indonesia. Salah satunya dengan cara mendorong kebijakan keberpihakan dengan menjadikan UMKM sebagai subjek.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Jurus Rudiantara Percepat Digitalisasi UKM Informal di Indonesia
Teknologi. ©2013 Merdeka.com

Komisaris Utama Amartha, Rudiantara berkomitmen penuh dalam memperkuat Amartha guna mempercepat digitalisasi pelaku usaha mikro sektor informal di Indonesia. Salah satunya dengan cara mendorong kebijakan keberpihakan dengan menjadikan UMKM sebagai subjek.

Dia ingin UMKM senantiasa diberi kesempatan dan nilai tambah secara ekonomi dan sosial untuk lebih maju dan sejahtera. Tidak hanya sebagai objek, di mana UMKM hanya sebagai konsumen atau penerima layanan saja.

"Sehingga harapannya teknologi dapat dimanfaatkan UMKM, termasuk fintech sebagai enabler," kata Rudiantara dalam diskusi virtual, Senin (19/7).

Selama ini Rudiantara menyadari, Amartha telah menjadi perusahaan fintech yang menciptakan dampak sosial luar biasa karena melayani segmen masyarakat dalam piramida ekonomi terbawah. Berdasarkan catatan Amartha juga telah menyalurkan permodalan usaha untuk perempuan pengusaha mikro di desa dengan nilai pinjaman rata-rata Rp3,6 juta.

"Model bisnis dengan sistem online ke offline, menjadi kekuatan Amartha untuk dapat memastikan permodalan yang disalurkan tepat guna untuk kegiatan produktif, dengan memberikan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat transformasi digital di pedesaan," jelas dia.

Dalam kesempatan sama, Founder and CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, pengalaman matang dari Rudiantara di bidang teknologi dapat memberikan kontribusi kepada Amartha dalam mempercepat digitalisasi UKM Informal di Indonesia. Salah satu pencapaian penting dari Rudiantara ialah membangun kebijakan-kebijakan dalam membangun infrastruktur digital di wilayah remote untuk mendukung UMKM

"Amartha merasa terhormat menyambut Bapak Rudiantara menjadi bagian dari keluarga besar Amartha. Amartha optimis kehadiran Beliau akan memberikan wawasan dan kebijaksanaan dalam membangun kepemimpinan dan kemitraan dengan para pemangku kepentingan perusahaan," tutur Taufan.

Seperti diketahui Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Periode 2014-2019 tersebut telah bergabung sebagai Komisari Utama di Amartha sejak 1 Juli 2021.

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp3,9 Triliun

PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp3,9 triliun bagi 723,918 mitra hingga akhir Juni 2021. Sampai akhir tahun ini, Amartha berkomitmen untuk memberdayakan hingga satu juta mitra.

Founder and CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, Amartha menerapkan strategi yang lebih ekspansif namun terukur selama pandemi covid-19. Salah satunya adalah dengan mengalihkan fokus penyaluran pembiayaan ke luar Jawa.

"Diversifikasi portofolio dengan menyalurkan 70 persen pendanaan ke luar Jawa, yaitu Sumatera dan Sulawesi, membangun sistem pembayaran secara online, dan memperketat sistem skor kredit," kata dia dalam diskusi virtual, Senin (18/7).

Selama pandemi, Amartha juga terus menyalurkan permodalan kepada pelaku usaha mikro guna mendorong pertumbuhan ekonomi di desa. Secara year on year (yoy), pendanaan Amartha hingga Juni 2021 tercatat tumbuh mencapai 35 persen.

Diaa menambahkan, permodalan usaha senilai Rp870 miliar telah disalurkan untuk memberdayakan 203.165 mitra di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Selain itu, Amartha berhasil menjaga angka non performing loan (NPL) di 0,2 persen.

Amartha menyalurkan permodalan usaha untuk perempuan pengusaha mikro di desa dengan nilai pinjaman rata-rata Rp3,6 juta. Amartha juga memberikan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat transformasi digital di pedesaan.

Rekomendasi