Harga Telur Ayam Naik, Pedagang Warteg Menjerit

Sebab, kenaikan harga pangan tinggi protein tersebut dinilai terlalu tinggi di tengah situasi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Harga Telur Ayam Naik, Pedagang Warteg Menjerit
Telur Ayam. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni mengaku begitu terkejut sekaligus terbebani atas kenaikan harga telur ayam di wilayah DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Sebab, kenaikan harga pangan tinggi protein tersebut dinilai terlalu tinggi di tengah situasi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19.

"Kita kaget terkejut juga dengan naiknya harga telur ayam, menjeritlah mas. Telur ayam di pasar-pasar sudah naik tinggi banget," katanya saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (16/11).

Mukroni menerangkan, saat ini harga telur ayam di sejumlah pasar berkisar antara Rp25.000 per kilogram (kg). Padahal, dalam kondisi normal harga telur hanya dibanderol Rp20.000 sampai Rp21.000 per kilogram.

"Artinya, telur ayam ini naiknya tinggi banget. Setelah kemarin sempat terjun harganya sampai ada yang jual Rp17.000 per kilogram," bebernya.

Dia mengaku terbebani atas kenaikan harga telur ayam secara drastis dalam beberapa waktu terakhir. Mengingat, saat ini berbagai bahan pangan juga mulai merangkak naik.

"Selain telur ayam yang naik, bahan makanan lainnya juga ikut naik. Misalnya cabai juga naik, minyak goreng naik juga loh," keluhnya.

Untuk itu, Mukroni mendesak pemerintah untuk segera mengambil sikap atas mahalnya harga telur ayam di pasaran. Antara lain dengan melakukan operasi pasar untuk menekan harga jual telur.

"Dengan operasi pasar ini kita harap bisa menurunkan harga jual telur ayam. Karena jangan sampai naik lagi telur ayam ini," tandasnya.

Rekomendasi