Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut, kesetaraan peran perempuan di Indonesia sebetulnya telah diperjuangkan sejak masa Ibu Kartini. Di mana kisah perjuangannya terus digaungkan setiap tahun untuk membangun kesadaran betapa pentingnya peran perempuan.
Bendahara Negara itu menambahkan, tidak hanya data dan analisis yang bisa mendorong kesetaraan gender, tapi hadirnya panutan turut memegang peran penting. Tujuannya untuk memacu semangat dalam upaya mencapai kesetaraan gender yang memberikan manfaat yang besar dan penting dari sisi ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
"Kepada para perempuan, teruslah berjuang menjadi inspirasi dan role model yang baik di sekelilingmu!," ujarnya dikutip dari akun facebooknya, Sabtu (15/1).
Menurutnya, peran perempuan semakin diperhitungkan dan mampu memegang posisi penting di pemerintahan. Kaum hawa bahkan berperan mendesain kebijakan dari sudut pandang perempuan.
"(Kebijakan sudut pandang perempuan lahir) seperti penganggaran berbasis gender, ruang pengasuhan anak dan ruang laktasi di kantor, cuti melahirkan berbayar bagi pegawai perempuan," kata Menteri Sri Mulyani.
Advertisement
Kebijakan Pemerintah Dorong Peran Perempuan
Tak hanya itu, banyak kebijakan pemerintah yang memberikan peluang ekonomi untuk pekerja wanita yang terlibat di sektor informal. Seperti akses pinjaman modal khususnya bagi para pelaku usaha perempuan, juga nyata berhasil menarik minat masyarakat sampai dengan tingkat bawah.
"Kemajuan ini tentunya sangat progresif bagi Indonesia jika dilihat dalam konteks global," kata dia.
Diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meluncurkan aksi Sustainable Development Goals (SDGs), di mana kesetaraan gender merupakan salah satu tujuan dengan urutan ke-5 yang diharapkan dapat dicapai pada 2030.
