Sektor Otomotif dan Properti Punya Efek Domino ke Ekonomi

Pemerintah memutuskan melanjutkan insentif pajak untuk pembelian kendaraan baru atau PPnBM dan PPN pembelian properti. Dua jenis insentif ini masih berlanjut di tahun 2022 dengan sejumlah pertimbangan.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Sektor Otomotif dan Properti Punya Efek Domino ke Ekonomi
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Pemerintah memutuskan melanjutkan insentif pajak untuk pembelian kendaraan baru atau PPnBM dan PPN pembelian properti. Dua jenis insentif ini masih berlanjut di tahun 2022 dengan sejumlah pertimbangan.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, pemberian insentif dilanjutkan karena dua sektor tersebut memiliki dampak domino terhadap perekonomian nasional.

"Dua sektor ini punya daya ungkit (ekonomi) yang besar," kata Suahasil dalam Indonesia Economic Outlook (IEO) 2022, Jakarta, Selasa (25/1).

Di sektor properti misalnya, ada banyak sektor pendukung yang sifatnya lokal. Misalnya membuka lapangan kerja untuk tukang bangunan, pembelian semen atau bahan bangunan seperti cat, industri perbankan dan sebagainya.

Begitu juga dengan penjualan kendaraan. Selama pandemi, bisnis di sektor ini pun lesu. Masyarakat banyak yang menahan diri untuk tidak membeli kendaraan. Padahal banyak pihak yang bekerja di sektor ini.

"Selama pandemi ini kan lumpuh, makanya sekarang kita suruh mereka jual dan kasih insentif pajaknya," kata dia.

Suahasil mengatakan pemerintah akan terus memantau proses pemulihan di berbagai sektor. Bila diperlukan insentif untuk mempercepat pemulihan, terbuka pilihan untuk memberikan insentif.

Namun di sisi lain, pemerintah juga masih butuh dukungan pemasukan dari pajak. Sehingga pemerintah tengah merancang strategi untuk menghasilkan pendapatan negara yang lebih banyak dengan tanpa mengganggu proses pemulihan ekonomi di masyarakat.

Rekomendasi