Lion Air membuka kembali layanan penerbangan umrah dari Sumatera Barat melalui Bandar Udara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman (PDG) tujuan Madinah-Bandar Udara Internasional King Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi (MED) dan Jeddah-Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi (JED). Penerbangan ini efektif mulai Selasa (3/1).
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan perdana awal 2023 ini ditandai menerbangkan 328 jamaah. Untuk kenyamanan tamu dari masing-masing daerah asal, Lion Air telah mempersiapkan awak kabin guna membantu kemudahan komunikasi dari aspek bahasa.
Dia menjelaskan jenis pesawat yang dioperasikan adalah berbadan lebar (wide body) Airbus 330-900NEO berkapasitas 436 kursi kelas ekonomi, yang mampu melayani non-stop berdurasi waktu tempuh hingga lebih dari 12 jam, sehingga sangat tepat untuk mendukung penerbangan ibadah umrah dari Sumatera Barat.
"Lion Air menawarkan layanan mencakup bagasi, makanan dan minuman di dalam pesawat (inflight meals) tersedia dalam kelas bisnis dan ekonomi, hiburan selama perjalanan (inflight entertainment), musik religi, audio video pada setiap kursi," ujar Danang, Jakarta, Rabu (4/1).
Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat, barang elektronik harus dilepas dari baterainya serta penggunaan pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin dan tidak diperbolehkan untuk digunakan selama penerbangan.
"Layanan umrah mengupayakan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari 94 persen. Keseriusan ini seiring bentuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umrah," jelas dia.
