Analis Ingatkan Investasi Panas Bumi Bersifat Jangka Panjang

Board of Director of the International Geothermal Association (IGA), Surya Darma mengatakan, panas bumi merupakan investasi jangka panjang. Hasil investasi bisnis panas bumi belum akan dinikmati dalam 5-10 tahun mendatang.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Analis Ingatkan Investasi Panas Bumi Bersifat Jangka Panjang
IHSG Akhir Tahun 2022 Ditutup Melemah. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Board of Director of the International Geothermal Association (IGA), Surya Darma mengatakan, panas bumi merupakan investasi jangka panjang. Hasil investasi bisnis panas bumi belum akan dinikmati dalam 5-10 tahun mendatang.

Di mana, salah satu emiten panas bumi saat ini ialah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Dia menegaskan bahwa PGEO memiliki risiko investasi akibat besarnya kebutuhan modal untuk menjalankan bisnis geothermal.

Utang dinilai menjadi salah satu penopang agar bisnis dengan model capital intensive layaknya PGEO ini dapat bertahan.

Akibatnya, lanjut Surya, perseroan harus mencari jalan untuk meningkatkan modal, salah satunya melalui IPO, di mana salah satu alokasi penggunaan emisi untuk membayar utang alias refinancing.

"Kalau cari uang tambahan investasi bisa dengan IPO, namun tidak akan banyak. Jadi harus tetap berutang," ujarnya, Selasa (14/3).

Maka dari itu, Surya meminta PT Pertamina (Persero) untuk mewaspadai sejumlah risiko adanya sejarah ambang kebangkrutan perseroan akibat ekspansi pada era 70-an.

Dalam pengembangan perseroan, seperti tertulis dalam laporan keuangan perseroan 2021, total utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas itu mencapai USD19,9 miliar atau sekitar Rp283,87 triliun (kurs Rp14.265 per USD) per akhir 2021.

Angka ini setara dengan 14,11 persen realisasi pendapatan negara pada APBN 2021 sebesar Rp2.011,3 triliun.

Persoalan muncul saat pelepasan saham anak usaha, seperti IPO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang bisa menjadi risiko baru bagi perseroan. "Jika salah kelola, negara juga harus menelan pil pahit," paparnya.

Halaman
Rekomendasi