Erick Thohir Sepakat dengan Menko Luhut: Tolak APBN Jadi Jaminan Utang Kereta Cepat

Erick tetap bersikeras proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tidak boleh mangkrak. Meskipun terbelit urusan pembiayaan sedari awal, mulai dari pembengkakan biaya (cost overrun) hingga USD 1,2 miliar, kreditur China yang ingin APBN jadi jaminan penambahan utang Rp8,3 triliun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Erick Thohir Sepakat dengan Menko Luhut: Tolak APBN Jadi Jaminan Utang Kereta Cepat
Erick Thohir. Siti Ayu Rachma ©2023 Merdeka.com

Menteri BUMN, Erick Thohir sependapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menolak permintaan China menjadikan APBN jaminan utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Namun, Erick tetap bersikeras proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tidak boleh mangkrak. Meskipun terbelit urusan pembiayaan sedari awal, mulai dari pembengkakan biaya (cost overrun) hingga USD 1,2 miliar, kreditur China yang ingin APBN jadi jaminan penambahan utang Rp 8,3 triliun, hingga minta perpanjangan konsesi sampai 80 tahun.

"Kalau Kereta Cepat sudah disampaikan Pak Luhut hasil negosiasi, bagaimana kereta cepat ini harus berjalan, tidak mungkin kita mangkrakkan," tegas Erick Thohir saat meninjau pergerakan mudik di Stasiun Senen, Jakarta, Selasa (18/4).

Sebelumnya, Menko Luhut juga sudah menolak usulan China soal jaminan APBN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Sebaliknya, ia merekomendasikan penjaminan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) saja.

"Memang masih ada masalah psikologis ya, jadi mereka (China) maunya dari APBN. Tapi kita jelaskan prosedurnya akan panjang. Kami dorong melalui PT PII karena ini struktur yang baru dibuat pemerintah Indonesia sejak 2018," kata Menko Luhut beberapa waktu lalu.

Namun, jika China tetap menginginkan APBN sebagai penjaminan, maka untuk mencapai tersebut diperlukan prosedur yang akan panjang. Berkat peringatan Luhut, akhirnya pihak China saat ini sedang mempertimbangkan terkait opsi penjaminan.

"Ada masalah itu, tapi kalau dia (China) mau tetap APBN, ya dia akan mengalami (prosedur) panjang. Itu sudah diingatkan dan mereka sedang mikir-mikir," ujarnya.

Di samping itu, kata Luhut, China hanya bersedia menurunkan bunga utang KCJB dari 4 persen ke angka 3,4 persen. Maka pihaknya akan melobi kembali suku bunga atau interest rate pinjaman agar lebih rendah lagi.

"Kalau bunga kita berharap, kemarin dia sudah mau di bawah 4 persen , tapi kita masih lebih rendah lagi, overrun yang pertama sudah 3,4 persen, tapi kita mau lebih rendah lagi," kata Luhut.

Luhut juga telah melobi China soal penyelesaian pinjaman pembengkakan biaya, atau cost overrun proyek KCJB agar suku bunga pinjaman tersebut lebih rendah menjadi 2 persen.

"Ya maunya kita kan 2 persen, tapi kan gak semua kita capai. Karena kalau kamu pinjam keluar juga bunganya itu sekarang bisa 6 persen juga. Jadi kalau dapet kita 3,4 persen misalnya sampe situ ya we're doing okay, walaupun tidak oke-oke amat, tapi dibandingkan kalau kita keluar, ya to?" pungkasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi