OJK Dorong Program Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa: Bukan Event Sekali Selesai

Dalam rangka meminta literasi dan inklusi keuangan di pedesaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini berbeda dengan program literasi sebelumnya yang hanya memberikan edukasi sekali kepada masyarakat.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
OJK Dorong Program Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa: Bukan Event Sekali Selesai
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK. ©2023 Merdeka.com

Dalam rangka meminta literasi dan inklusi keuangan di pedesaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Program ini berbeda dengan program literasi sebelumnya yang hanya memberikan edukasi sekali kepada masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, program ini dirancang secara berkelanjutan sehingga diharapkan dapat mempercepat pengembangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Program EKI ini berbeda dengan program kami sebelumnya, karena di sini kami tidak hanya melakukan event yang sekali selesai, namun juga melakukan pendampingan mulai dari pra-inkubasi, inkubasi dan pasca-inkubasi," kata Friderica pada Kick Off Generic Model EKI di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, Kamis (22/6).

Friderica memaparkan program EKI di pedesaan ini akan mengoptimalkan potensi yang ada di pedesaan. Mulai dari potensi alam, budaya, sosial, dan finansial dengan ketersediaan akses keuangan dari berbagai sektor jasa keuangan seperti perbankan, asuransi dan pasar modal.

Program EKI akan mensinergikan peran para pemangku kepentingan di daerah seperti Pemda, Kemenparekraf, Kemendes, OJK dan Bank Indonesia dengan berbagai layanan dan produk lembaga jasa keuangan seperti program Rekening Pelajar (Kejar), program Laku Pandai, KUR, UMMI, security crowd funding (SCF), Dana Pensiun, Fintech P2P dan QRIS.

Program EKI juga mencakup penyediaan edukasi keuangan yang komprehensif di masyarakat desa atau yang disebut dengan program Desaku Cakap Keuangan. Program ini merupakan upaya peningkatan pemahaman masyarakat desa terhadap lembaga, produk maupun layanan jasa keuangan konvensional dan syariah.

Edukasi dan literasi dilakukan melalui pembekalan (Training of Trainers - ToT) terhadap perangkat desa dan edukasi oleh perangkat desa kepada masyarakat (Training of Community - ToC). Program Desaku Cakap Keuangan juga dilakukan oleh OJK bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga terkait dan Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumbar Ria Wijayanti, Kapolda Sumbar Inspektur Jendral Polisi Suharyono dan Kepala Perwakilan BI Sumbar Endang Kurnia Saputra serta perwakilan Lembaga Jasa Keuangan di Sumbar.

Rekomendasi