Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memberikan dukungan dana kepada PT Garuda Indonesia (Persero).
Berbeda dengan skema sebelumnya, suntikan dana kali ini tidak akan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN), melainkan berasal dari Holding Operasional Danantara.
"PMN konotasi zaman dulu itu kan dari pemerintah nyuntik ke BUMN sendiri, kalau sekarang kan sudah berbeda. Ada untuk operasional, ada buat investasi. Jadi konteksnya sudah sangat korporasi gitu loh. (dari) Holding Operasional," ungkap Erick Thohir, seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (27/5).
Dana yang diberikan oleh Danantara ini akan dimanfaatkan oleh Garuda untuk meningkatkan modal kerja dan memperkuat sektor pariwisata. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong keberadaan perusahaan penerbangan yang tangguh di Indonesia. Oleh karena itu, Garuda akan mendapatkan dukungan dari Danantara.
"Kemarin kan keputusannya, memang sebagai engine daripada pertumbuhan untuk turis ke depan, haji, dan umrah. Ya memang Bapak Presiden menginginkan kita punya domestik yang kuat dan perusahaan internasional yang carry flight yang kuat juga," tambahnya.
Advertisement
Pengelolaan Investasi dan Operasional
Menteri BUMN mengungkapkan bahwa Danantara terdiri dari dua holding, yaitu investasi dan operasional. Erick menegaskan bahwa kedua holding tersebut beroperasi secara proporsional, termasuk dalam hal penyediaan modal untuk perusahaan BUMN.
"Kan proporsional, ada yang untuk operasional, ada yang untuk investasi. Itu nanti prosesnya sama," imbuhnya.
Pembentukan Danantara bertujuan untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Danantara berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi aset dan menarik investasi dari global. Selain itu, Danantara juga berupaya memperkuat daya saing Indonesia di sektor-sektor strategis. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat. Melalui langkah-langkah ini, Danantara ingin memastikan bahwa investasi pemerintah dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian negara.
Advertisement
Pengelolaan BUMN perlu direstrukturisasi
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa saat ini Holding Operasional Danantara sedang menjalani proses restrukturisasi pengelolaan BUMN yang terdiri dari empat tahap. Proses ini dimulai dengan business fundamental review.
"Yang pertama adalah kita sedang melakukan business fundamental review, kita me-review keseluruhan daripada 888 (entitas) BUMN kita," ungkap Dony dalam acara "Outlook Ekonomi DPR" yang berlangsung di Jakarta pada Selasa lalu.
Selanjutnya, Dony menjelaskan bahwa Danantara juga melakukan reprofiling dan turnaround bisnis untuk perusahaan-perusahaan BUMN. Tahap business fundamental review ini diharapkan dapat selesai pada bulan Oktober tahun ini. Dengan adanya proses ini, diharapkan pengelolaan BUMN dapat lebih efisien dan efektif, sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
