PT Sawit Mas Indonesia (Samasindo) menargetkan peningkatan kinerja penjualan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Optimisme ini disampaikan Direktur Samasindo, Cheny Canliarta, seiring rencana optimalisasi kapasitas produksi perusahaan.
“Tahun 2026, kami lebih optimistis. Kami berharap penjualan CPO dapat bertumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2025,” tutur Cheny Canliarta, Direktur PT Sawit Mas Indonesia dalam keterangannya kepada media, Rabu, (25/2/2026).
Menurut Cheny, perusahaan berupaya meningkatkan pemanfaatan fasilitas produksi agar lebih efisien. Untuk itu piahknya menargetkan tingkat utilisasi kapasitas mencapai 90–95 persen pada semester pertama 2026.
“Target kami dapat memanfaatkan berkisar 90-95 persen dari kapasitas terpasang terwujud pada semester pertama 2026,” kata Cheny.
Saat ini, kapasitas terpasang perusahaan tercatat sebesar 60 ton per jam.
Advertisement
Permintaan Domestik Dorong Optimisme
Optimisme perusahaan didorong oleh permintaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang masih kuat di pasar domestik. Sebagian besar penjualan Samasindo difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri.
“Permintaan tidak berkurang. Harga CPO memang naik turun, tapi permintaan di dalam negeri cenderung meningkat,” jelasnya.
Sekitar 90 persen konsumen Samasindo berasal dari sektor pangan, terutama produsen minyak goreng.
Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menunjukkan konsumsi CPO domestik Januari–Oktober 2025 mencapai 20,69 juta ton, meningkat dari 19,64 juta ton pada periode yang sama tahun 2024.
Dari total konsumsi tersebut, sektor biodiesel menyerap sekitar 10,61 juta ton, sektor pangan 8,20 juta ton, dan sektor oleokimia 1,87 juta ton.
Sementara itu, ekspor produk sawit Indonesia dalam periode Januari–Oktober 2026 tercatat 27,69 juta ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 24,84 juta ton.
Samasindo sendiri merupakan perusahaan yang berdiri pada Desember 2024 dan bergerak di perdagangan CPO. Perusahaan membeli tandan buah segar dari petani untuk kemudian diolah menjadi minyak sawit mentah.
