PT Perikanan Indonesia sudah mengantongi permintaan ekspor setiap bulan untuk komoditas ikan tuna loin, cakalang, gurita dan ikan layang.
Advertisement
Suasana nelayan saat melempar ikan Cakalang dari dalam lambung kapal selama bongkar muat di TPI Muara Karang, Jakarta, Selasa (1/8/2023).
Baca Juga
IPC TPK Panjang Catat Lonjakan Arus Petikemas 73,7 Persen di Juni 2026, Perdagangan Lampung Melesat
Advertisement
Pada 2023, PT Perikanan Indonesia akan gencar melakukan ekspor.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Sulsel Surplus Rp918 Miliar per Mei 2026, Mate Nikel Jadi Penopang Utama
Advertisement
PT Perikanan Indonesia sudah mengantongi permintaan ekspor setiap bulan untuk komoditas ikan tuna loin, cakalang, gurita dan ikan layang.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki melihat ada potensi kerja sama antara Indonesia dan Jepang di bidang perikanan saat bertemu sejumlah perusahaan perikanan terbesar di Jepang, termasuk Marusen Suisan dan Nagasaka Unagi Farm.
Advertisement
Dalam penjelasan Teten menyampaikan hasil perikanan laut di Indonesia tumbuh 2,23 persen, dan perairan umum darat 2,71 persen pada 2020.
Advertisement
Sementara itu, perdagangan bilateral untuk hasil perikanan Indonesia pun cukup menggembirakan, dengan perkiraan nilai ekspor sebesar USD 6,24 miliar, dan volume 1,22 juta ton pada 2022.
Advertisement
Teten menambahkan, Jepang merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor perikanan Indonesia, dengan total ekspor sebesar 1.431,5 ton.
Advertisement
Oleh karena itu, Perikanan Indonesia akan mencoba menyuplai kebutuhan pasar tersebut, sebab kebutuhan ikan cakalang di Negeri Sakura sangat besar.
Advertisement
Diketahui perusahaan dari Jepang mengimpor ikan cakalang dari Indonesia untuk diproses menjadi bahan dasar masakan Jepang, katsuobushi.
