Dunia baru-baru ini menyaksikan momen bersejarah ketika MTV mengumumkan penutupan siaran di semua saluran musiknya tepat pada malam pergantian tahun. Tindakan ini menandai akhir dari era kejayaan televisi musik 24 jam yang telah menemani pemirsa selama lebih dari empat dekade.
Menurut laporan dari PEOPLE pada hari Minggu, 4 Desember 2025, penutupan yang berlangsung pada 31 Desember 2025 itu dipenuhi dengan nuansa nostalgia yang emosional, terutama di Inggris dan Irlandia. Lima stasiun khusus, yaitu MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live, resmi menghentikan siarannya secara permanen.
Menariknya, saluran MTV Music mengakhiri perjalanannya dengan menayangkan video musik "Video Killed the Radio Star" dari The Buggles. Lagu ini memiliki makna historis yang mendalam karena merupakan klip pertama yang ditayangkan saat MTV diluncurkan di Amerika Serikat pada 1 Agustus 1981.
Sementara itu, saluran MTV 90s memilih lagu "Goodbye" dari Spice Girls sebagai salam perpisahan terakhir bagi pemirsanya. Melansir India Times pada hari Minggu (4/12/2025), keputusan untuk menutup saluran musik ini diambil berdasarkan alasan yang kuat. Paramount Global sedang menjalankan rencana pemotongan biaya sebesar USD 500 juta (sekitar Rp8 triliun) untuk merampingkan operasional perusahaan dan memperkuat layanan streaming Paramount+.
Advertisement
Perubahan ekonomi dan pergeseran menuju platform digital
Selain faktor efisiensi biaya, perubahan perilaku penonton menjadi alasan utama, di mana masyarakat kini lebih cenderung menggunakan platform seperti YouTube, TikTok, dan Spotify untuk menemukan musik baru. Meskipun data pada Juli 2025 menunjukkan bahwa MTV Music masih menarik 1,3 juta pemirsa dan MTV 90s meraih 949.000 pemirsa, angka tersebut tetap dianggap kecil jika dibandingkan dengan masa kejayaannya di era 90-an dan 2000-an. Secara finansial, mempertahankan banyak saluran kabel musik dianggap tidak lagi berkelanjutan di tengah penurunan minat terhadap televisi tradisional. Perusahaan saat ini lebih memilih untuk mengintegrasikan konten musik mereka ke dalam ekosistem digital yang lebih dinamis dan sesuai dengan kebiasaan generasi muda saat ini yang lebih mengutamakan akses on-demand. Hilangnya DNA asli MTV memicu berbagai reaksi dari tokoh-tokoh yang pernah berkontribusi besar dalam membesarkan nama jaringan ini.
Advertisement
Kesedihan mantan VJ MTV sangat mendalam
Mantan VJ MTV, Simone Angel, menyatakan rasa sedihnya dengan mengatakan bahwa berita ini sangat menghancurkan hatinya, karena MTV merupakan tempat di mana berbagai elemen budaya berkumpul. Di sisi lain, mantan DJ MTV, Daisy Fuentes, memberikan pandangan yang lebih realistis. Ia menegaskan bahwa meskipun kabar tersebut menyedihkan, perubahan yang terjadi di dunia saat ini adalah hal yang tidak terhindarkan. "Saya pikir MTV sudah melewati masa kejayaannya dan sejarah itu tidak akan pernah terulang, dan sudah saatnya untuk berubah," kata Fuentes kepada PEOPLE pada Oktober 2025.
Ia menambahkan, "MTV adalah tempat di mana semuanya berkumpul. Jadi ini benar-benar membuat hati saya hancur," saat berbicara kepada BBC News. Fuentes menekankan bahwa seiring dengan evolusi manusia, sebuah merek besar pun harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Meskipun saluran khusus musik mungkin mulai menghilang, CEO David Ellison dilaporkan masih memiliki visi untuk menghidupkan kembali merek MTV melalui inovasi layanan streaming di masa depan, yang berpotensi menyaingi dominasi YouTube dalam industri hiburan global.
Advertisement
Masa depan MTV menghadapi tantangan di tengah perkembangan realitas
Bagi para penggemar yang mungkin merasa khawatir, penting untuk diketahui bahwa saluran utama MTV tidak sepenuhnya ditutup. Jaringan ini masih beroperasi sebagai salah satu saluran kabel terpopuler, menempati peringkat ke-49 di Amerika Serikat pada tahun 2025. Namun, saat ini, konten yang ditayangkan hampir sepenuhnya didominasi oleh program realitas yang sangat populer seperti Catfish, The Challenge, dan RuPaul's Drag Race, yang berbeda jauh dari tayangan video musik nonstop yang menjadi ciri khasnya di masa lalu.
Langkah pemotongan biaya yang dilakukan oleh Paramount tahun ini juga berdampak pada pembatalan beberapa acara penghargaan besar, seperti MTV Europe Music Awards (EMA) dan MTV MIAW Awards di Amerika Latin. Di masa depan, upaya untuk menjaga warisan musik MTV tetap hidup akan terus dilakukan melalui platform Paramount+ dan interaksi di media sosial. Saat ini, bagi penonton yang mencoba mengakses frekuensi tersebut, hanya akan melihat tampilan logo saluran yang berputar disertai teks berjalan yang mengarahkan mereka untuk menonton konten MTV di saluran utama, MTV HD.
