Cerita Jeje Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Selama lima tahun berkolaborasi dengan timnas dan Shin Tae-yong, Jeje telah menjadi bagian penting dalam sejarah Skuad Garuda.

Choki Sihotang
Oleh Choki Sihotang - Reporter
Cerita Jeje Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia
Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) bercanda dengan pemainnya, Riko Simanjuntak (tengah) dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo saat latihan perdana Timnas Indonesia yang ber (© 2025 Bola.com)

Jeong Seok-seo adalah salah satu yang sangat beruntung. Pria asal Korea Selatan ini memiliki pengalaman yang cukup lama bersama Timnas Indonesia ketika dilatih oleh Shin Tae-yong. Selama lima tahun berkolaborasi dengan timnas dan Shin Tae-yong, Jeje menjadi sosok yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Skuad Garuda. Perannya di tim terbilang sangat spesial, di mana ia tidak dapat terpisah dari Shin Tae-yong, baik di dalam maupun di luar lapangan. Tanggung jawab Jeje sebagai penerjemah Timnas Indonesia mengharuskannya untuk selalu dekat dengan STY.

Setelah sekian lama tidak muncul, Jeje baru-baru ini kembali membagikan cerita menarik melalui kanal YouTube Korea Reomit. Ketika ditanya mengenai rumor pemecatan Shin Tae-yong, pria yang selalu tersenyum ini menjawab dengan tenang.

"Kalau dilihat dari keseluruhan persoalan atau rumor yang beredar, berapa persen yang nyata? Yang nyata 20 persen. Bukan ditutup tapi dijalani saja. Kalau ditutup kayaknya sengaja ditutup. Tapi ya mau enggak mau. Dan baiknya memang jalan itu yang lebih benar," kata Jeje.

Jeje juga menambahkan, "Sekarang-sekarang ini banyak yang ngomong soalnya. Bilang drama Korea-lah, apalah. Enggak usah bawa-bawa drama Korea. Takutnya diomongin begitu sama orang-orang yang nggak suka apa ya. Takut dianggap mengganggu perjalanan timnas yang lagi bagus. Takutnya dibilang begitu sih."

Banyak Belajar dari Shin Tae-yong

Jeje Ungkap Momen Paling Berkesan Bareng Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Kalahkan Korsel di Piala Asia U-23 2024
Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) bercanda dengan pemainnya, Riko Simanjuntak (tengah) dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo saat latihan perdana Timnas Indonesia yang ber © 2025 Bola.com

Ketika ditanya mengenai awal kariernya sebagai penerjemah serta bagaimana pengalamannya, Jeje memberikan penjelasan yang cukup mendalam. "Saya mulai bekerja dari 2020 awal. Di awal memang sangat gelap. Bingung. Maksudnya, kan saya pertama juga bekerja di timnas dan di dunia olahraga Indonesia. Dan memang agak-agak sedikit sulit untuk memajukan. (Itu) Yang saya rasa," tutur Jeje.

Ia menjelaskan bahwa tantangan di awal sangat besar, terutama karena ia baru terjun ke dunia yang sangat kompetitif. Selanjutnya, Jeje mengungkapkan bahwa ia menemukan harapan baru berkat pelatih Shin Tae-yong. "Tapi ternyata coach Shin punya harapan dan mimpi yang lebih baik dari yang ternyata kupikir," katanya lagi.

Jeje menyatakan bahwa banyak pelajaran berharga yang ia ambil dari Shin Tae-yong. "Agak sedikit beda memang, dan aku banyak belajar dari beliau. Semakin lama semakin ke sini ya seperti yang kita tahu prestasi lumayan oke dan pemain-pemain pun saya percaya kepada coach Shin Tae-yong waktu itu. Jadi, itulah maksudnya bisa membuat kita maju sama-sama," ungkapnya dengan antusias.

Jeje juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PSSI, pemain, dan staf pelatih untuk mencapai prestasi yang lebih baik. "Maksudnya selalu kita bilang PSSI sama pemain sama staf pelatih itu harus jadi satu baru bisa membuat prestasi. Di negara mana pun sama. Kalau nggak pasti nggak akan maju," jelasnya. Ia mengambil contoh Korea yang meskipun memiliki banyak pemain bintang, tetap mengalami kesulitan untuk bersinar. "Kayak Korea sekarang, ya susah. Padahal pemain-pemain bintang semua. Tapi kenapa enggak bersinar. Walaupun sekarang tetap bagus," tutup Jeje dengan refleksi yang mendalam.

Pengalaman yang Paling Mengesankan

Jeje Ungkap Momen Paling Berkesan Bareng Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Kalahkan Korsel di Piala Asia U-23 2024
Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) bercanda dengan pemainnya, Riko Simanjuntak (tengah) dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo saat latihan perdana Timnas Indonesia yang ber © 2025 Bola.com

Selama lima tahun berkarir bersama STY dan Timnas Indonesia, ada banyak momen berharga, namun satu kejadian tetap membekas hingga saat ini. "Ingatan terbaik itu, ketika menang lawan Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024," ungkapnya.

Banyak yang mungkin bertanya-tanya mengapa ia merasa bahagia meskipun harus mengalahkan negara sendiri. "Korea Selatan kan memang waktu itu, sampai sekarang sama ya, masih di atas banget gitu. Sepertinya tembok yang enggak bisa kita panjat gitu. Apalagi itu kan babak delapan besar. Kita ketemu di jembatan gitu loh. Salah satu harus kalah," jelasnya.

Ia menambahkan keyakinannya terhadap tim yang ada saat itu. "Tapi saya yakin dengan pemain-pemain waktu itu. Karena mereka sangat percaya diri dan coach Shin pun sudah bicara ke pemain. Kita tuh sudah menang atas Yordania dan Australia. Percaya diri kita lumayan baik, lagi di puncak-puncaknya," ujarnya.

Keyakinan itu bukan tanpa alasan, karena ia melihat potensi luar biasa dalam timnya. "Dan saya yakin juga, wah lawan Korea kita bisa menang kayaknya. Kita harus profesional. Bukan karena warga negara Korea saya, Korea yang menang. Tapi karena kita mulai dari staf pelatih sampai pemain dan karyawan-karyawan PSSI jadi satu untuk Indonesia, makanya kita bisa menang," tutupnya dengan penuh semangat.

Mengalami Rasa Cemas

Walaupun demikian, Jeje mengungkapkan bahwa tim nasional Indonesia sempat mengalami rasa cemas yang mendalam, bahkan mereka hampir meneteskan air mata. Namun, suasana tersebut kemudian berubah menjadi kebahagiaan. "Masalahnya, kita tuh hampir mau menang. Terus jadi 2-2 skornya. Sampai perpanjangan waktu, sampai masuk ke adu penalti. Adu penalti itu kita sudah kalah. Soalnya si Justin Hubner, dia nendang ditepis kiper Korea. Wah Korea sudah gila tuh," jelasnya dengan nada penuh emosi.

Jeje melanjutkan, "Wah, sedih banget. Kita sudah hampir mau nangis. Tapi suasanya kok agak aneh. Si wasitnya begini-begini. Kayaknya ada sesuatu," sambil menirukan gerakan wasit dengan kedua telinganya.

Ternyata, setelah mendengarkan dengan seksama, wasit menyadari kesalahannya. Kiper Korea ternyata maju lebih dulu dari garis sebelum bola ditendang, sehingga tendangan tersebut harus diulang. "Akhirnya diulang lagi, diaendang masuk. Beberapa kali lagi, Pratama Arhan terakhir. Itu masuk dan kita menang. Tadinya Korea yang happy, sekarang kita," tutup Jeje dengan senyuman lebar di wajahnya.

Rekomendasi