Setelah memporak-porandakan Filipina, Topan Haiyan bergerak menuju Vietnam dan China. Angin ini telah menewaskan delapan orang di selatan Negeri Tirai Bambu.
Kantor berita Associated Press, Selasa (12/11), Topan Haiyan salah satu badai terkuat pernah masuk ke daratan, namun kini kekuatannya sudah melemah meski demikian masih memiliki hembusan hingga 100 kilometer per jam, terutama di beberapa bagian di Provinsi Guangxi.
Bagian selatan Pulau Hainan badai merenggut nyawa tiga nelayan, empat lagi tidak diketahui nasibnya. Kerugian ditaksir Rp 8 triliun.
Topan Haiyan diklaim menewaskan 10 ribu orang di Filipina dan 600 ribu lain mengungsi. "Ini badai paling buruk sepanjang sejarah negara ini," ujar Presiden Beniqno Aquino.
