Ukraina. Negara dengan 45 juta jiwa ini terjepit di antara konflik Eropa dan Rusia. Barat dan timur. Negara itu telah lekat dengan kekacauan terutama setelah Presiden Viktor Yanukovych terguling pada 22 Februari sebab dianggap bertanggung jawab dalam protes merenggut nyawa hingga puluhan dan ratusan terluka.
Protes dimulai saat Yanukovych menolak kesepakatan dagang dengan Uni Eropa. Dia tak sanggup berkhianat pada Rusia merupakan sekutunya sejak dulu. Ini menyebabkan warganya terpecah. Mereka yang ingin bergabung dengan Uni Eropa dan sebagian lain tetap berkiblat ke Ibu Kota Moskow. Wilayah barat Ukraina diisi dengan mereka yang mendukung perdagangan bersama bangsa Eropa sementara wilayah timur ingin selalu mendekatkan diri pada Istana Kremlin.
Benteng terakhir Yanukovych yakni Negara Bagian Krimea terletak di Semenanjung Laut Hitam. Di sana banyak warga asal Rusia yang menetap namun ada minoritas muslim dari etnis Tatar cenderung berpihak ke barat. Pemerintahan baru dipimpin oleh Presiden sementara Alexander Turchynov segera menempatkan pasukan bersenjata di sana demi melindungi warganya.
Alih-alih menuruti perintah, angkatan laut Ukraina di Krimea ogah mengikuti seruan dari pemerintah Ibu Kota Kiev padahal Turchynov baru mengangkat panglima baru yakni Laksamana Denis Berezovsky.
Kalut, Turchynov akhirnya mengirimkan semua tentara dari Kiev demi menjaga Krimea dari pendudukan Rusia. Situasi semakin memanas setelah parlemen Negeri Beruang Merah itu justru memberikan izin agar angkatan bersenjata mereka bisa mengamankan situasi di Semenanjung Laut Hitam.
Perang nampak di ujung mata. Kremlin mengirimkan 6.000 personil darat, tiga kapal perang, puluhan tank yang melaju kemarin ke arah Krimea seperti dilansir stasiun televisi CNN (3/3). Mereka bersikeras melindungi warga etnis Rusia dari pemerintahan baru Ukraina. Namun langkah ini mendapat kecaman dari dunia internasional. Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin agar kembali menarik pasukannya. Dalam percakapan 90 menit Obama juga mendesak Putin agar memikirkan dampak ekonomi dan sosial bagi Rusia jika menempatkan armadanya di semenanjung Laut Hitam.
Persoalan kubu terbelah kini masih menyelimuti Ukraina. Warga tak mengerti pada akhirnya kemana mereka akan berlabuh. Barat dan timur sama-sama mempunyai nilai yang berarti di mata penduduk negara itu. Timur memang sahabat namun barat masa depan.
