Siasat Assad berkuasa tiga periode

"Saya..Dr Basyar Hafiz al-Assad mencalonkan diri untuk jabatan presiden republik ini dan berharap didukung parlemen."

Vincent Asido Panggabean
Siasat Assad berkuasa tiga periode
Assad dan keluarga. ©thewildmagazine.com

Presiden Suriah Bashar al-Assad dua hari lalu mendeklarasikan dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada 3 Juni mendatang untuk masa jabatan ketiga, kendati perang saudara sudah berlangsung lebih dari tiga tahun, yang berawal dari protes melawan kekuasaannya, masih terus terjadi.

Ketua Parlemen Mohammad al-Laham mengumumkan niat Assad itu dalam sidang parlemen Suriah yang disiarkan melalui televisi. Masa jabatan Assad akan berakhir pada 17 Juli mendatang, seperti dilansir kantor berita Xinhua, Senin (28/4).

Musuh-musuh Assad dari Barat dan Arab telah mengecam penyelenggaraan pemilihan itu bagaikan parodi demokrasi, dengan menyatakan pemungutan suara yang kredibel tak dapat diselenggarakan di negara berpopulasi enam juta penduduk itu, namun 2,5 juta warganya telah melarikan diri sebagai pengungsi dan ratusan orang terbunuh tiap hari.

Surat Assad kepada Mahkamah Konstitusi Suriah, yang dibacakan dalam sidang parlemen oleh Laham, berbunyi, "Saya..Dr Bashar Hafiz al-Assad... berniat mencalonkan diri untuk jabatan presiden republik ini, dengan harapan parlemen akan menyetujuinya". 

Sejumlah orang ikut mencalonkan diri dalam pemilihan presiden. Tetapi para pemimpin oposisi tengah berada di pengasingan, yang dilarang mencalonkan diri, telah menolak pemungutan suara itu sebagai permainan untuk memperpanjang empat dekade pemerintahan keluarga Assad di Suriah.

Konstitusi Suriah menyebutkan para calon presiden harus memperoleh dukungan 35 anggota parlemen pro-Assad, dan tidak boleh tinggal di luar negeri dalam waktu sepuluh tahun terakhir secara berturut-turut.

Parlemen Suriah pada Ahad kemarin mengumumkan nama empat calon baru dalam pemilihan presiden 3 Juni mendatang di negara yang dirongrong konflik, seperti laporan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Sawsan Haddad, Samir Muala, Mohammad Yasin dan Abdul-Salam Salameh adalah orang yang paling akhir mendaftarkan pencalonan mereka sehingga jumlah seluruh pesaing bagi pemilihan presiden menjadi enam orang.

Perincian lebih lanjut mengenai biografi para calon baru tersebut masih belum disiarkan.

Masa pendaftaran sepuluh hari bagi jabatan tinggi Suriah itu dimulai pada Selasa pekan lalu. Pemungutan suara bagi warga Suriah di dalam negeri itu akan dimulai pada 3 Juni, sedangkan warga Suriah berada di luar negeri dijadwalkan akan memberi suara mereka pada 28 Mei.

Beberapa calon diperkirakan akan bersaing untuk memperebutkan kursi presiden sesuai dengan undang-undang dasar baru Suriah.

Waktu bagi pemilihan presiden tersebut telah membuat marah banyak orang di kalangan oposisi Suriah, serta pendukung mereka di wilayah itu maupun internasional.

Para pejabat pemerintah mengatakan Assad adalah 'jaminan nyata' bagi masa depan Suriah. Mereka mengisyaratkan Assad, kendati menghadapi gelombang kecaman, akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden mendatang dan memiliki peluang tinggi untuk terpilih kembali bagi masa jabatan ketiga.

Rekomendasi