Pemilihan umum Suriah mulai mendekat. Bulan depan negara itu bakal mencari pemimpin dipilih oleh rakyatnya. Namun sejauh ini baru ada satu calon kasat mata. Dia Presiden Bashar al-Assad .Pada Juni nanti Suriah akan mencatat sejarah baru setelah tiga tahun lebih dilanda konflik perang saudara. Meski demikian banyak pihak menyangsikan hal ini bakal memberi jalan keluar yang baik bagi negara sudah porak poranda itu. Apalagi Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama berani bertaruh Assad sudah hilang legitimasi meski pada faktanya dia memenangkan peperangan.Pernyataan Obama disampaikan pada Rabu (14/5) seperti dilansir situs globalsearch.ca. Bagi presiden kulit hitam itu memilih Assad kembali jadi pemimpin sama saja memilih Suriah tanpa masa depan. "Jika rakyat Suriah menginginkan perubahan jalan satu-satunya tidak lagi memilih Assad dan harus mencari pemimpin lain," ujarnya disampaikan di Gedung Putih di depan delegasi Koalisi Nasional Suriah dipimpin oleh Ahmad Jarba.Ibu Kota Washington D.C juga telah menggelontorkan dana baru membantu perjuangan pemberontak Suriah sebesar Rp 40 miliar. Ini mendapat tentangan dari Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry yang mengatakan Gedung Putih telah menyia-nyiakan waktu lantaran setahun kemarin pelbagai upaya menggulingkan Assad berakhir nihil.Kerry menambahkan hal ini sebagai kurangnya koordinasi dan masuknya pelbagai kelompok ekstremis di tubuh pemberontak sebagai penyebab sulitnya meruntuhkan Assad. Tentara pembebasan Suriah telah kehilangan muka lantaran para ekstremis itu menyerang siapa pun tanpa pandang bulu dan kerap menargetkan warga sipil. "Ini membuat Assad semakin mendapatkan empati," ujarnya.Melengserkan Assad memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Rakyat Suriah awalnya membenci dia kini berbalik mendukungnya. Selain itu pihak Ibu Kota Damaskus juga mendapat bantuan penuh dari kelompok Hizbullah, Libanon, Iran, serta Rusia. Bahkan China menjanjikan bakal membuka kembali kerjasama diplomatik perdagangan jika Assad terpilih lagi menjadi presiden.
Beratnya singkirkan Assad
Dalam pemilihan umum Juni di Suriah Presiden Basyar al-Assad diprediksi kembali memimpin.
Advertisement
Rekomendasi
