Perdana Menteri Inggris David Cameron mengutuk serangan aksi penembakan di kantor redaksi tabloid satir Prancis Charlie Hebdo. Dia menuding aksi tersebut dilakukan kelompok teroris."Apa yang terjadi di Paris adalah kemarahan teroris. Mengerikan dan saya tahu bahwa setiap orang di Inggris akan ingin berdiri dengan pemerintah Prancis dan dengan orang-orang Prancis saat ini. "Kita tidak boleh membiarkan nilai-nilai yang kita sayangi, demokrasi, kebebasan berbicara akan rusak oleh teroris," kata Cameron seperti dilansir Harian Wall Street Jurnal, Kamis (8/1).Cameron mengatakan informasi didapatnya dari Badan Intelejen Inggris di Prancis. Dia pun meminta warga Inggris yang berada di Prancis waspada terkait insiden tersebut. Dalam penyerangan ini menewaskan 12 orang, seluruhnya anggota redaksi, termasuk redaktur kartunis Stephane Charbonnier. Namun pemimpin redaksi Gerard Biard selamat dari penembakan itu lantaran tengah berada di Ibu Kota London, Inggris. Media setempat melaporkan usai melakukan teror tersebut pelaku berhasil melarikan diri dengan merampas sebuah mobil. Mereka mengarah ke Ibu Kota Paris bagian timur lalu menukar mobilnya dan belum terdeteksi lagi. Saksi mata mengatakan mereka berbusana serba hitam mirip baju militer.
PM Inggris tuding penyerang tabloid Charlie Hebdo teroris
"Apa yang terjadi di Paris adalah kemarahan teroris," kata Cameron.
Advertisement
Rekomendasi
