Sejak tadi malam sejumlah kawasan di muka bumi merayakan malam pergantian tahun dengan penuh kemeriahan. Di sejumlah kota besar dunia warga berkumpul di pusat kota untuk mengikuti proses hitung mundur yang kemudian diramaikan dengan pesta kembang api dan suara terompet serta sorak sorai warga menyambut Tahun Baru 2016.
Negara yang pertama merayakan Tahun Baru adalah yang berada di daerah paling timur seperti Selandia Baru dan Australia. Kemeriahan pesta kembang api yang menghiasi langit malam juga diikuti permainan cahaya dan laser.
Di belahan dunia lain perayaan Tahun Baru kali ini cukup berbeda dibanding tahun sebelumnya. Di Eropa misalnya. Sejumlah kota besar di Benua Biru itu dalam keadaan siaga satu menghadapi pergantian tahun. Pasalnya beberapa hari lalu intelijen mengabarkan ada ancaman berupa serangan teror ke sejumlah pusat kerumunan massa dalam perayaan Tahun Baru.
Apa boleh buat, di sejumlah tempat di muka bumi itu perayaan Tahun Baru terpaksa dibatalkan. Alasannya memang tidak melulu ancaman teroris.
Di mana saja perayaan Tahun Baru yang dibatalkan itu? Simak ulasannya berikut ini:
Advertisement
Peringati tragedi korban tewas akibat terinjak, Shanghai batal rayakan Tahun Baru
Juru bicara Kota Shanghai, China, Xu Wei dua hari lalu mengumumkan tidak akan ada perayaan Tahun Baru menyusul tragedi 36 orang tewas terinjak-injak dalam perayaan Tahun Baru tahun lalu."Tidak akan ada kegiatan apa pun untuk menyambut tahun 2016. Warga yang pergi keluar rumah ke Bund harus menjaga ketertiban," ujar Xu, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (29/12).Peristiwa tragis tahun lalu terjadi sekitar tengah malam saat pergantian tahun di pusat kota dekat sungai Huangpu. Koran tewas kebanyakan berusia 20-an tahun. Dalam insiden itu 49 orang juga luka.
Advertisement
Pertunjukkan kembang api batal digelar di Paris saat malam Tahun Baru
Otoritas Ibu Kota Paris, Prancis, membatalkan pertunjukkan kembang api di Champs-Elysees untuk menghormati korban serangan teror pada 13 November lalu."Kami memutuskan menandai Tahun Baru dengan atmosfer yang lebih tenang dan penuh kebersamaan,: ujar Wali Kota Anne Hidalgo dalam situs resmi Kota Paris, seperti dilansir France24.com, Kamis (31/12).Menyusul serangan teror mematikan di tahun ini, dimulai dari penembakan di kantor redaksi tabloid satir Charlie Hebdo pada 7 Januari hingga serangan teror pada 13 November yang menewaskan 130 orang, pemerintah kota Paris memutuskan mengurangi perayaan Tahun Baru.Sebagai ganti dari ketiadaan kembang api, pemerintah kota sudah menyiapkan pertunjukkan video dengan tata suara dan cahaya di Arc de Triomphe yang akan dimulai pukul 23.50 dan hanya akan berlangsung selama sepuluh menit. Tujuannya supaya menghindari kerumunan massa yang terlalu lama. Polisi mengatakan, penjualan dan penggunaan kembang api juga dilarang dalam malam Tahun Baru, begitu pula minumam beralkohol.
Advertisement
Takut serangan teroris, Belgia batalkan perayaan Tahun Baru
Wali Kota Brussels Yvan Mayeur menyatakan perayaan Tahun Baru di ibu kota Belgia itu dibatalkan karena ada ancaman serangan teror.Mayeur mengatakan itu dalam wawancara dengan stasiun televisi RTL kemarin, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Kamis (31/12).Pembatalan itu muncul setelah polisi menangkap dua tersangka yang terlibat dalam rencana penyerangan di Brussel pada perayaan Tahun Baru.Pejabat senior kontra terorisme Belgia mengatakan kepada CNN, kedua pria itu adalah anggota gang motor muslim bernama Kamikaze Riders. Mereka diduga telah merencanakan penyerangan di Alun-alun Brussels dan sejumlah tempat lain di mana banyak orang akan berkumpul, termasuk di kantor polisi dan fasilitas militer.Penangkapan itu terjadi setelah tim penyelidik menggelar razia di sejumlah kawasan di Brussels, termasuk di Provinsi Flemish Brabant dan Kota Liege pada Minggu dan Senin lalu.Menurut kantor kejaksaan, pihak berwenang kini tengah menyelidiki dugaan rencana serangan di sejumlah tempat di Brussels saat perayaan Tahun Baru.
Advertisement
Khawatir kebakaran, perayaan Tahun Baru di Victoria dibatalkan
Prakiraan cuaca di kawasan Negara Bagian Victoria, Australia, menyatakan cuaca pada malam Tahun Baru akan panas dan berangin, karena itu pihak berwenang membatalkan seluruh pesta kembang api di kawasan itu karena khawatir terjadi kebakaran luas.Biro Meteorologi mengatakan suhu udara di sebelah barat daya Victoria akan meningkat di akhir 2015."Kami menyatakan seluruh pesta kembang api dilarang pada malam Tahun Baru," ujar Kepala pemadam kebakaran David Bruce seperti dikutip the Age dan dilansir situs Australian Network News, (29/12).Siapa pun yang melanggar aturan itu akan dianggap berbuat kriminal dan terancam hukuman 15 tahun penjara.
