Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan bergabung kembali dengan Dewan HAM PBB, tiga tahun setelah mantan Presiden Donald Trump keluar dengan alasan lembaga tersebut bias terhadap Israel dan kurangnya reformasi.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengumumkan langkah ini pada Senin, AS akan kembali ke dewan yang bermarkas di Jenewa tersebut sebagai pemantau.
“Kami bermaksud melakukannya dengan mengetahui bahwa cara paling efektif untuk mereformasi dan meningkatkan Dewan tersebut adalah dengan terlibat bersamanya dengan cara yang berprinsip,” jelas Blinken pada Minggu, dilansir Reuters, Senin (8/2).
“Kami tahu bahwa Dewan tersebut memiliki potensi menjadi forum penting bagi mereka yang berjuan melawan tirani dan ketidakadilan di seluruh dunia. Dengan hadir di forum, kita bisa melakukan reformasi dan memastikan bisa menghidupkan potensi itu,” lanjutnya.
Rencana ini pertama kali dilaporkan Associated Press.
Trump, seorang Republik yang terkenal dengan agenda “American First”-nya memutuskan menarik diri dari berbagai organisasi internasional dan perjanjian. Pemerintahan Trump keluar dari Dewan HAM PBB pad 2018.
Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang akan memilih anggota baru dewan tersebut akhir tahun ini. Anggota dipilih selama tiga tahun dan tidak dapat menjabat lebih dari dua periode berturut-turut. Kandidat dipilih melalui pemungutan suara rahasia dalam kelompok geografis untuk memastikan perwakilan yang merata.
Sidang berikutnya dari dewan yang beranggotakan 47 orang ini akan dimulai akhir bulan ini.
