Arkeolog Temukan Dadu Berusia 2.000 Tahun, Bentuknya Agak Beda dengan Versi Modern

Dadu ditemukan saat penggalian di pemukiman Celtic di Samborowice (Silesia), Polandia.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arkeolog Temukan Dadu Berusia 2.000 Tahun, Bentuknya Agak Beda dengan Versi Modern
Arkeolog Temukan Dadu Berusia 2.000 Tahun, Bentuknya Agak Beda dengan Versi Modern (© Rafał Wyrwich/Silesian Museum)

Setelah penggalian selama bertahun-tahun, para arkeolog baru-baru ini menemukan sejumlah penemuan menarik di pemukiman Celtic di Samborowice (Silesia), Polandia. Salah satu temuan menarik para arkeolog tahun ini adalah dadu berusia 2.000 tahun dan menjadi dadu tertua yang pernah ditemukan di Polandia.

Sumber: Ancient Pages

Dadu ini berbentuk balok yang terbuat dari tulang atau tanduk. 

Dadu ini berbentuk balok yang terbuat dari tulang atau tanduk. 
© Rafał Wyrwich/Silesian Museum

 Menurut Jacek Soida, seorang arkeolog dan kurator Departemen Arkeologi Museum Silesia, dadu ini memikat karena keunikan desainnya. Karena kecil kemungkinan dadu tersebut akan jatuh dengan salah satu dari dua sisinya yang lebih kecil, sisi yang lebih panjang biasanya ditandai dengan nilai yang lebih tinggi seperti 3, 4, 5, dan 6.

“Namun ada pengecualian untuk aturan ini dan dalam kasus dadu Samborowice, sisi-sisi dadu ini hanya ditandai dengan dua nilai tertinggi, yaitu 5 dan 6. Kami tidak yakin apakah dadu itu palsu atau digunakan untuk permainan yang belum dikenal pada masa sekarang,” katanya.

Dadu serupa juga bisa ditemukan di pemukiman-pemukiman pusat di negara-negara seperti Austria Hilir, Bohemia, dan Moravia, dan sangat jarang ditemukan di pemukiman kecil.

"Di pemukiman-pemukiman kecil seperti Samborowice, dadu-dadu semacam ini jarang ditemukan. Namun, ini bukan contoh pertama benda permainan yang ditemukan di pemukiman ini. Beberapa tahun yang lalu, kami menemukan token keramik yang mungkin digunakan untuk bermain game," kata Soida.

Soida menekankan, pekerjaan di pemukiman Celtic di Samborowice adalah satu-satunya penelitian yang dilakukan secara teratur.

Soida menekankan, pekerjaan di pemukiman Celtic di Samborowice adalah satu-satunya penelitian yang dilakukan secara teratur.
© Jacek Soida/Silesian Museum

"Ini mengapa setiap tahun menarik banyak sukarelawan dari seluruh Polandia, dan seringkali dari negara-negara lain seperti Ceko, Amerika Serikat, dan Belanda. Para penggemar budaya Celtic, yang tidak selalu arkeolog, tetapi juga termasuk pengacara, ahli geologi, seniman, atau karyawan perusahaan besar, tidak takut untuk bekerja keras, dan mereka membantu menjelajahi pemukiman dengan tekad besar. Dan tahun ini, kondisi cuaca dengan kekeringan dan suhu di atas 30 derajat, terasa sangat menantang," kata peneliti itu.

Selain dadu, para arkeolog juga menemukan fibula besi, sejenis penjepit atau gesper dekoratif untuk mengikat pakaian, yang masih dalam kondisi baik. Menurut arkeolog, temuan ini sangat langka karena benda-benda besi yang terkubur dalam tanah sering mengalami kerusakan akibat korosi.

Namun, fibula ini terjaga dengan baik karena jatuh ke dalam api di masa lalu, dan membentuk lapisan kerak akibat dari suhu tinggi, yang melindungi benda ini dari korosi. Hanya saja, para arkeolog perlu menghilangkan lapisan mineral sinter di beberapa tempat, tetapi ada logam utuh di dalamnya.

Penemuan lain selama penggalian tahun ini termasuk dua bangunan peninggalan (semi galian), yang merupakan bangunan yang digali ke dalam tanah dan digunakan oleh orang Celtic untuk berbagai jenis pekerjaan kerajinan, seperti tenunan, metalurgi besi dan non-ferrous, pembuatan tanduk, dan keramik.

“Di gedung-gedung seperti itu, bangsa Celtic melakukan berbagai jenis pekerjaan kerajinan, seperti tenun, besi, dan metalurgi non-ferrous, pembuatan tanduk dan tembikar. Penemuan dari tahun-tahun sebelumnya membuktikan hal ini,” jelas Soida.

Setiap tahun, penemuan-penemuan di situs ini memberikan jawaban akan kehidupan bangsa Celtic di daerah tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, para arkeolog menemukan bengkel tenun dan peninggalan tempat pembakaran tembikar.

"Setiap penemuan, bahkan sisa-sisa tulang hewan terkecil atau pecahan perhiasan keramik, penting bagi kami karena mengumpulkan semua detail memungkinkan kami membuat gambaran lengkap tentang komunitas ini. Kami berharap untuk penemuan-penemuan lebih lanjut dalam tahun-tahun mendatang, termasuk peninggalan bangunan pertanian lebih lanjut," kata Soida.

Para arkeolog memeriksa artefak yang dikumpulkan, dan hasil pekerjaan mereka dirangkum dalam publikasi di jurnal ilmiah. Di masa depan, para peneliti juga berencana mengadakan pameran.

Celtic pernah tinggal di beberapa wilayah di Polandia selatan saat ini, termasuk dataran Glubczyce dekat Racibórz (di bagian barat daya Silesian Voivodeship). Mereka hadir di sana mulai pergantian abad ke-4 hingga akhir abad ke-2 SM.

Rekomendasi