Warna-warni busana pengantin dari berbagai penjuru dunia

Karena setiap suku, budaya, dan bangsa memiliki kekayaan tradisi masing-masing.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Warna-warni busana pengantin dari berbagai penjuru dunia
Busana pernikahan tradisional aktris Bipasha Basu dan Karan Singh Grover. © Instagram

Setiap suku, budaya, dan bangsa di dunia memiliki tradisi yang berbeda. Masing-masing memiliki ciri khas dan kekayaan nilai. Begitu juga dalam hal pernikahan. Negara kita saja punya ratusan adat dan busana tradisional. Dua daerah yang berdekatan pun bisa memiliki adat yang berbeda.

Mari kita mengenal berbagai tradisi pernikahan dari berbagai belahan dunia berikut warna-warni busananya. Karena adat dan budaya dilestarikan agar bisa dipelajari dan dihargai oleh generasi selanjutnya.

China zaman Dinasti Tang - daxiushan merah

66 Pasangan China nikah massal dengan ritual Dinasti Han © Top Photo/Barcroft Images

Di antara sekian banyak tradisi pernikahan yang pernah dijalankan oleh warga China, adat Dinasti Tang termasuk salah satu yang sudah jarang ditemui. Dilansir DailyMail, ritual pernikahan ala Dinasti Tang dijalankan sesuai Kitab Ritus Zhou, meliputi pencucian tangan dengan air yang mengalir, suap-suapan daging, dan bersulang anggur pahit.

Pakaian yang dikenakan umumnya berbentuk jubah panjang menyentuh lantai dengan warna keberuntungan merah.

Norwegia - bunad

Bunad, Busana pernikahan tradisional Norwegia © Bunadstua.com

Gaun pernikahan tradisional di atas disebut bunad, mirip dengan pakaian tradisional warga petani dari Eropa. Dilansir Bored Panda, bunad sekaligus berfungsi sebagai pakaian adat yang biasa dikenakan dalam acara-acara resmi, misalnya pembaptisan.

Ritual pernikahannya sendiri tidak berbeda jauh dengan pernikahan ala barat pada umumnya. Dimulai dengan mengikat janji di depan pendeta, tukar cincin perak atau emas, kemudian diakhiri dengan pesta meriah.

Jepang - kimono putih

Pernikahan tradisional Jepang © YouTube/happydayztaq

Untuk pernikahan tradisional Jepang, pengantin wanita sering memakai kimono putih bersih untuk upacara resmi. Warna ini melambangkan kemurnian dan keluguan. Setelah upacara pernikahan berakhir, kemungkinan pengantin mengganti baju dengan kimono merah yang melambangkan keberuntungan. Sementara itu, pengantin pria biasa mengenakan kimono formal berwarna hitam.

Upacara pernikahan biasanya berlangsung dengan ritual sederhana yang diakhiri dengan bersulang sake.

Skotlandia - Kilt

Busana pernikahan tradisional dari berbagai negara © Instagram/im_jessica_oh

Kilt merupakan pakaian tradisional khas Skotlandia, berupa rok dengan motif kotak-kotak yang dikenakan kaum pria. Setiap klan memiliki kilt dengan ciri khas yang berbeda. Pakaian ini juga yang dikenakan saat menikah.

Pengantin wanita Skotlandia akan memakai selendang dalam motif dan warna yang sama dengan kilt dari klan suaminya. Pemakaian selendang ini merupakan simbol masuknya sang istri ke dalam keluarga pria.

Ghana - Baju kente

Busana pernikahan tradisional dari berbagai negara ©2016 Merdeka.com

Pernikahan tradisional di Ghana umumnya masih menggunakan busana kente, sejenis kain tenun sutera dengan motif warna-warni cerah yang jadi ciri khas suku Ashanti. Sama seperti kilt, setiap keluarga biasanya memiliki motif kente yang berbeda-beda.

Pegunungan Karpatia, Ukraina - Baju adat Hutsul

Adat pernikahan Hutsul di Pegunungan Karpatia, Ukraina © en.molbuk.ua

Etnis Hutsuls adalah kelompok etno-budaya dari Ukraina yang telah hidup selama berabad-abad di pegunungan Carpathian. Pakaian pengantinnya ditenun dengan tangan, terbuat dari kain tebal dalam warna-warni cerah. Dilengkapi pula dengan penutup kepala berhias aksesoris meriah.

Pernikahan anggota Suku Hutsuls biasanya berlangsung meriah, disertai tarian rakyat, pesta pora, dan candaan.

India - Sari dan achkan/sherwani

Busana pernikahan tradisional aktris Bipasha Basu dan Karan Singh Grover © Instagram

Dalam budaya India, sari berwarna merah muda atau merah sering umum dipakai oleh pengantin. Warna ini dianggap sebagai pembawa keberuntungan.

Sementara para prianya mengenakan achkan/sherwani, sejenis mantel panjang dengan kerah Nehru yang dipadu dengan celana churidar, scarf dupatta, dan turban.

Eritrea - tilfi dan zuria

Busana pernikahan tradisional Eritrea © Finbarr O'Reilly/Reuters

Negara yang berbatasan dengan Ethiopia, Sudan, dan Djibouti ini memiliki dua jenis pakaian tradisional untuk upacara pernikahan, yaitu tilfi dan zuria. Keduanya berupa gaun panjang yang didominasi warna emas dan ungu.

Mongolia - Deel

Busana pernikahan tradisional dari Mongolia © Flickriver.comEtnis-etnis di Mongolia masih banyak yang menggunakan pakaian tradisional deel untuk berbagai ritual adat, termasuk pernikahan. Biasanya deel berbentuk seperti kaftan dengan kerah Mandarin. Pakaian ini dilengkapi dengan penutup kepala yang penuh hiasan untuk pengantin wanita.

Tuvan - Kaftan dengan warna-warni cerah

Busana pernikahan suku nomaden Tuvan © Ilya Naymushin/Reuters

Tuvan merupakan etnis pengembara yang masih bersaudara dengan bangsa Mongolia dan Turki. Suku ini tinggal di Siberia bagian selatan. Karena masih mengadopsi gaya hidup nomaden, gaun pengantin yang dikenakan pun harus praktis untuk menunggang kuda. Gaunnya berupa kaftan dengan warna-warni cerah yang mirip dengan deel dari Mongolia.

Korea - wonsam dan samogwandae

Busana pernikahan tradisional dari Korea © The Huffington Post

Dilansir Life in Korea, pengantin wanita mengenakan wonsam, sejenis jaket tradisional berbahan sutera dengan lengan lebar. Bagian depan dan belakang dipenuhi bordiran bunga dengan warna emas atau perak. Baju ini biasa dikenakan oleh para wanita dari kaum bangsawan zaman kerajaan. Sebagai tambahan, kedua belah pipi pengantin dihiasi dengan lingkaran merah cerah.

Sementara itu, pengantin pria mengenakan samogwandae, sejenis mantel panjang dalam warna biru atau merah. Pakaian ini dilengkapi dengan ikat pinggang tradisional yang mencerminkan status sosial pemakainya.

Tibet - Gaun wol putih

Busana pernikahan tradisional Tibet © Damir Sagolj/Reuters

Pengantin wanita Tibet wajib mengenakan gaun putih dari bahan wol. Walaupun begitu, sulit untuk melihatnya di balik pakaian luar yang begitu tebal dan berwarna-warni. Gaun pengantin, perhiasan, hiasan kepala, dan aksesoris perak yang akan dikenakan oleh pengantin harus dibawakan secara simbolis oleh mempelai pria sehari sebelumnya. Hantaran ini biasanya juga disertai dengan patung Buddha berukuran kecil.

Tajikistan - Gamis putih

Busana pernikahan tradisional dari Tajikistan © Nozim Kalandarov/Reuters

Pengantin tradisional Tajikistan biasanya mengenakan baju gamis longgar dengan potongan sederhana. Kadang dihiasi dengan bordiran dan cadar yang senada untuk menutupi wajah pengantin wanita. Pengantin pria juga mengenakan busana dengan warna yang senada.

Uniknya, pesta pernikahan di Tajikistan bisa berlangsung sampai berhari-hari. Jadi kedua mempelai mungkin mengenakan pakaian yang berbeda setiap hari.

Ribnovo, Bulgaria - Cadar payet dan gelena

Busana pernikahan tradisional dari Ribnova, Bulgaria © Stoyan Nenov/Reuters

Warga Ribnovo merupakan bagian dari suku Pomak, orang-orang Bulgaria yang beragama Islam. Dilansir CNN, pernikahan biasa dilangsungkan pada musim dingin, karena pada musim lain warga fokus bekerja.

Pengantin wanita Ribnovo biasa memakai baju tradisional yang terdiri dari sarung kain tenun dan atasan berwarna putih. Yang menjadikan istimewa adalah pemakaian cat seputih tembok pada wajah pengantin wanita. Cat putih yang disebut gelena atau gelina ini merupakan perlambang kesucian sang mempelai.

Itulah beberapa busana pernikahan tradisional dari berbagai penjuru dunia. Menurut kamu, mana yang paling unik?

Rekomendasi