Perjuangan Kartini memang telah lama usai, tetapi cita-citanya untuk mengajak perempuan selalu memperjuangkan mimpi dan mandiri tak pernah padam. Itulah kenapa Hari Kartini selalu diperingati setiap kali 21 April, demi mengingatkan setiap perempuan agar tak pernah berhenti berjuang, termasuk bagi keluarganya.
Sebab, ketika sudah menikah, perempuan tak hanya menjadi pengelola keuangan utama, tetapi juga bakal menjadi ‘sekoci cadangan’ kala keuangan keluarga sedang tak stabil. Inilah pentingnya seorang istri juga bisa mandiri secara finansial. Tujuannya agar bisa meringankan beban finansial suami juga.
Lebih lanjut, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan agar bisa mandiri finansial setelah menikah, sekaligus untuk membuktikan diri dapat menjadi seorang Kartini masa kini.
Jangan Ragu untuk Miliki Penghasilan Sendiri
©Shutterstock
Menikah bukan kompetisi siapa yang memiliki penghasilan lebih besar, tapi bagaimana bergantian dan bersama mengambil tanggung jawab, agar bisa mencapai tujuan bersama, yaitu kemandirian finansial bagi keluarga. Makanya, sebagai perempuan yang mandiri finansial, jangan ragu untuk memiliki penghasilan sendiri.
Selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga dapat memenuhi kebutuhan dana darurat, mengingat risiko finansial tak akan pernah ada yang tahu kapan terjadi. Dengan memiliki penghasilan sendiri, seorang istri juga bisa membantu menyiapkan rencana finansial di masa depan.
Memiliki Tabungan Juga Sangat Penting
Menjadi manager keuangan di rumah tangga berarti harus pintar mengelola keuangan, salah satunya adalah dengan memiliki tabungan. Fungsi tabungan ini dapat dijadikan dana darurat yang bisa dipakai sewaktu-waktu untuk keperluan mendadak dalam jangka pendek. Siapkan dana siaga yang mudah pencairannya, sehingga benar-benar bisa digunakan secaa maksimal saat diperlukan.
Jangan Lupa Miliki Proteksi Diri atau Asuransi
©Shutterstock
Seorang perempuan yang mandiri secara finansial biasanya akan memahami pentingnya proteksi diri dengan asuransi, terutama untuk memproteksi diri dan keluarga dari beragam risiko finansial. Sebab, dengan memiliki asuransi, pos-pos keuangan yang sudah dikelola tetap berada pada posnya masing-masing dan tidak akan terganggu.
Salah satu produk asuransi dasar yang harus dimiliki adalah asuransi kesehatan seperti Asuransi Bebas Handal yang mudah dibeli secara online, di ifwd.co.id. Asuransi Bebas Handal menawarkan manfaat rawat inap termasuk biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap dan biaya tindakan bedah, dengan pilihan kontribusi mulai dari Rp75 ribu dan pilihan manfaat tahunan hingga Rp100 juta.
Produk asuransi syariah ini juga memiliki Manfaat Khusus Covid-19 tanpa tambahan biaya untuk seluruh nasabah aktif ataupun yang baru bergabung selama periode 1-30 April 2021, agar mendapatkan Manfaat Khusus Isolasi Mandiri (Isoman) serta perlindungan termasuk pengobatan selama masa isolasi mandiri.
Advertisement
©2021 Merdeka.com
Tak hanya itu, lengkapi juga perlindungan untuk menghindari risiko penyakit kritis agar terhindar dari rasa khawatir akan tingginya biaya perawatan yang dapat merusak perencanaan keuangan.
Salah satu produk asuransi yang bisa kami pilih adalah FWD Critical Armor yang dapat dibeli melalui jalur keagenan. Asuransi ini menanggung hingga tiga kali penyakit kritis major dan satu kali penyakit kritis minor dengan total manfaat 420% dari uang pertanggungan.
Selain mendapatkan manfaat meninggal dunia, nasabah juga akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi sejak pertama kali didiagnosis penyakit kritis major. Menariknya, 100% premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika tidak ada klaim hingga akhir masa perlindungan.
Rencanakan Dana Pendidikan Anak
©Shutterstock
Lebih lanjut, bagi perempuan yang telah memiliki anak, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah memastikan anak dapat mendapatkan pendidikan terbaik. Demi mencapai hal tersebut, perlu direncanakan dana pendidikan anak yang tepat.
Pahami Pentingnya Sebuah Investasi
Selain itu, perempuan yang mandiri secara finansial juga perlu memahami pentingnya investasi. Hal ini karena investasi dapat menyiapkan sekaligus mengantisipasi masa depan yang lebih cerah. Dampak positifnya, posisi keuangan menjadi lebih terukur dan terarah.
Tak Kalah Penting, Siapkan Dana Pensiun
Ada masa di mana setiap orang akan mencapai usia pensiun, termasuk juga seorang perempuan yang mandiri finansial. Tak mungkin juga bekerja terus-terusan, kan? Apalagi jika ingin fokus mengurus anak di ruma, malah pensiun dini biasanya menjadi pilihan. Supaya masa pensiun ini dapat dinikmati dengan tenang, siapkan dana pensiun selagi masih produktif bekerja dan memiliki penghasilan mandiri.
Cobalah menerapkan beberapa langkah tersebut, agar cita-cita mandiri finansial terutama setelah menikah bisa diwujudkan dengan mudah. Selain itu, yang terpenting, jangan mudah menyerah, karena seperti perjuangan yang dilakukan Kartini di masa lalu, setiap perempuan, istri sekaligus ibu, juga bisa menjadi Kartini masa kini bagi keluarganya.
