Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ibu Kota Ankara, Turki, mengimbau WNI sedang berada di Turki untuk menghindari keramaian. Ribuan orang berunjuk rasa di Istambul dan Ibu Kota Ankara sejak Sabtu (16/7) dini hari memprotes penggulingan Presiden Reccep Tayyip Erdogan oleh militer.
KBRI Ankara menyatakan WNI sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan mencermati perkembangan situasi di sekitar. Jika tidak darurat, sedapat mungkin tetap tinggal di rumah/tempat tinggal masing-masing, serta menghindari tempat/pusat keramaian, seperti dilansir dari keterangan tertulis yang diterima PulseFeed.
KBRI meminta untuk WNI yang butuh bantuan, sesegera mungkin menghubungi nomor kontak berikut:
KBRI Ankara +90 532 135 2298, +90 533 812 0760
KJRI Istanbul: +90 531 453 0351, +90 531 983 1534
Presiden Reccep Tayyip Erdogan mengakui ada upaya kudeta atas dirinya. BBC melaporkan, Sabtu (16/7), Erdogan akan melawan upaya pemakzulan ilegal oleh segelintir faksi tentara ini. Dia meminta dukungan dari pendukung Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
"Saya mengimbau rakyat Turki untuk berkumpul di alun-alun dan bandara. Saya selalu percaya, kekuatan rakyat lebih besar dari apapun," ujarnya melalui sambungan aplikasi FaceTime.
Kudeta ini terjadi ketika Erdogan sedang berada di Kota Marmaris untuk liburan. Dia berjanji dalam waktu dekat akan segera menuju Ankara.
