Memasuki hari ketiga pascagempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pemerintah memaparkan langkah penanganan terbaru. Kementerian Kesehatan mengirim fasilitas layanan kesehatan darurat ke wilayah terdampak gempa NTT.
Pemaparan disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Senin (17/8/2026), dikutip dari akun YouTube resmi BNPB.
Ia menyebut koordinasi lintas kementerian/lembaga berjalan, termasuk aktivasi operasi kesehatan krisis dan dukungan unsur TNI-Polri di sejumlah kabupaten/kota terdampak.
Advertisement
Operasi Kesehatan Diaktifkan, RS Lapangan Tiba di Dua Lokasi
Menurut Berton, Kementerian Kesehatan telah mengirim dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, serta ke Kabupaten Nagekeo.
"Diharapkan nanti rumah sakit ini dapat melayani warga korban akibat gempa bumi dan yang harus dievakuasi, karena mengingat banyak rumah sakit maupun puskesmas yang terdampak dari akibat kegempaan ini," ujar Berton, dikutip dari akun YouTube resmi BNPB, Senin (17/8/2026).
Selain itu, Kemenkes menurunkan dua tim manajemen krisis kesehatan. Masing-masing ditempatkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende untuk mengawal koordinasi penanganan di lapangan.
"Selain itu, sudah dilakukan pengiriman dua tim untuk emergency medical team. Tim pertama dilakukan di wilayah Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sedangkan untuk tim kedua, ini difokuskan untuk Kabupaten Sikka," papar Berton.
Ia menambahkan, Kemenkes telah mengaktifkan health emergency operation center sebagai bagian dari operasi kesehatan krisis. Fasilitas koordinasi itu ditempatkan di sejumlah lokasi strategis dan di delapan titik pada tingkat kabupaten/kota terdampak.
"Jadi, Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan di lokasi-lokasi strategis," kata Berton.
Advertisement
1.467 Tim Gabungan dan 10 Armada Udara Dikerahkan
Berton menyebut keterlibatan TNI dan Polri bersama kementerian, lembaga, serta instansi lainnya terus diperkuat di daerah terdampak.
"Dari data yang kami peroleh, sebanyak 1.467 tim gabungan TNI-Polri dan instansi lain terus bekerja di lapangan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan untuk mengatasi keadaan," kata Berton.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan alat utama sistem persenjataan serta armada udara sebanyak 10 unit untuk menjangkau lokasi sulit dan mempercepat distribusi logistik.
"Selain itu, kami juga perlu menyampaikan bahwa di Labuan Bajo sendiri ada lima unit dan di lokasi di Maumere juga ada lima unit," terang Berton.
Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tetap bersiaga di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Ngada.
"Kita sangat berharap bahwa penyelesaian penanganan gempa bumi di NTT ini bisa segera kita atasi. Dan kami mohon dukungan, doa dari seluruh warga negara Indonesia untuk kita tetap bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini," jelas Berton.
