Tragedi Gempa Kolombia: Putra Wali Kota Bahía Solano Tewas

Gempa Kolombia menewaskan Mateo Valencia (6), putra Wali Kota Bahía Solano.

Tim Global
Oleh Tim Global - Reporter
Tragedi Gempa Kolombia: Putra Wali Kota Bahía Solano Tewas
Warga dan petugas penyelamat mencari korban di antara puing-puing bangunan setelah gempa mengguncang Cali, Kolombia, Senin (10/8/2026). (Dok. AP Photo/Santiago Saldarriaga)

Putra Wali Kota Bahía Solano, Jairson Leonel Valencia, bernama Mateo Valencia (6), tewas setelah rumah yang ditempatinya runtuh saat gempa bumi mengguncang Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026.

Tragedi ini menjadi salah satu kehilangan yang disorot di tengah dampak luas Gempa Kolombia.

Pemerintah setempat menyampaikan duka mendalam atas kepergian korban. "Kepergian Mateo sangat menyedihkan bagi institusi kami dan seluruh masyarakat Bahía Solano," demikian kata pemerintah setempat seperti dikutip dari CNN, Rabu (12/8/2026).

Pada Senin malam, puluhan warga menggelar doa bersama sambil menyalakan lilin untuk mengenang Mateo sekaligus mendoakan keluarganya. Suasana duka menyelimuti Bahía Solano, salah satu wilayah yang terdampak kuat.

Gubernur wilayah Chocó, Nubia Carolina Córdoba-Curi, turut menyampaikan simpati kepada keluarga wali kota. "Kami sepenuh hati bersama (wali kota) dan seluruh keluarganya dalam masa yang penuh duka ini," kata Gubernur wilayah Chocó, Nubia Carolina Córdoba-Curi.

Bahía Solano disebut berada dekat dengan pusat gempa sehingga merasakan guncangan signifikan.

Di wilayah Chocó, Mateo dan sedikitnya 13 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat gempa.

Mantan Menteri Luar Negeri Kolombia sekaligus mantan Gubernur Chocó, Luis Gilberto Murillo, juga mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga wali kota dan masyarakat setempat.

"Dalam momen yang penuh duka ini, kami memanjatkan doa kepada Tuhan agar memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketenangan kepada wali kota, keluarganya, serta seluruh masyarakat untuk menghadapi kehilangan yang tidak tergantikan ini," ujar Luis Gilberto Murillo.

Status Bencana Nasional dan Arahan Presiden

Dikutip dari Antara, jumlah korban tewas akibat gempa Kolombia pada Senin (10/8/2026) bertambah menjadi 224 orang, dari laporan sebelumnya yang menyebut 169 orang.

Otoritas Kolombia telah menetapkan status bencana nasional setelah gempa besar tersebut untuk mempercepat penanganan darurat di daerah terdampak.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menginstruksikan pemerintah dan pimpinan militer setempat memastikan pendistribusian sumber daya yang diperlukan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Getaran gempa dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia serta sejumlah negara tetangga.

Rekomendasi