Lebih dari setengah warga Jakarta mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menolak kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Dalam survei Indo Barometer, sebanyak 51,5 persen masyarakat Jakarya yang menolak kebijakan pemerintah pusat tersebut."Sikap Jokowi sejalan dengan sikap masyarakat Jakarta dalam menolak adanya kebijakan mobil murah," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari pada 'evaluasi kinerja satu tahun Jokowi-Ahok' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (17/10).Sementara, warga yang sepakat dengan kebijakan mobil murah tersebut hanya 19,3 persen. Sisanya, 7,3 persen menyatakan sangat tidak setuju dan 22 persen masyarakat tidak menjawab.Qodari menambahkan, 67 persen masyarakat Jakarta menilai dengan adanya kebijakan mobil murah tersebut akan menambah kemacetan lalu lintas di ibukota. "Hanya 11,3 persen warga Jakarta yang menyatakan mobil murah tidak menambah kemacetan di Jakarta," pungkas dia.Pelaksanaan survei tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah provinsi DKI Jakarta dengan waktu pengumpulan data pada 4-10 Oktober 2013. Metode penarikan sampel digunakan adalah multistage random sampling.Jumlah responden sebanyak 400 orang dengan margin error sebesar sekitar 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Setengah warga Jakarta dukung Jokowi tolak mobil murah
Lebih dari separuh menganggap mobil murah akan menambah kemacetan di ibu kota.
Advertisement
Rekomendasi
