DPRD DKI tuding PT Jakarta Monorail bohong soal bayaran iklan

DPRD menyebut mustahil PT JM tidak tahu soal pemasukan dari iklan di tiang monorail.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
DPRD DKI tuding PT Jakarta Monorail bohong soal bayaran iklan
Tiang Monorail. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menuding PT Jakarta Monorail (JM) berbohong. Tuduhan itu dilayangkan karena menurut dia PT JM berkelit ihwal kompensasi atau bayaran yang tidak diterima dari beragam papan iklan yang ditempel di tiang monorail saat proyek mangkrak."Itu bohong. Sekarang tanya ke mana uangnya itu? Dia kan diminta untuk membangun monorail. Masa sekarang mengambil uang iklan," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/3).Prasetyo menuduh PT JM memang sengaja menyewakan tiang buat dijadikan papan iklan saat proyek terbengkalai. Menurut dia, uang dari pembayaran 90 tiang sebesar Rp 193 miliar akan digunakan untuk membayar ke PT Adhi Karya, sebagai kontraktor. Memang, saat proyek mandek, tiang-tiang monorail itu berubah fungsi menjadi media iklan. Hal itu juga memancing kecurigaan berbagai pihak."Mungkin juga karena uang iklan itu mengumpulkan dana untuk membayar Adhi Karya dari uang iklan. Kalau dilihat dari utang itu kan banyak banget. Itu apa sanggup dibayar dengan uang iklan itu? Kan tidak," ujar Prasetyo.Sementara itu, Direktur PT JM Sukmawati Syukur, mengakui pihaknya yang memberikan izin pemasangan iklan di tiang monorail kepada perusahaan reklame, Pariwara Billboard. Bahkan menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah tahu tiang-tiang monorail itu dipakai buat iklan karena masih dalam kuasa mereka selaku pelaksana proyek. Mereka pun meyakini tiang-tiang monorail tersebut menjadi tanggung jawabnya."Saat itu, tiang pancang masih menjadi milik kami selaku pelaksana proyek dan sudah mendapatkan izin dari Pemprov DKI. Kalau izin dari Adhi Karya, saya enggak tahu mereka urus atau enggak," kata Sukmawati.

Rekomendasi