Meski hasil uji darahnya dinyatakan negatif virus ebola namun GN (47) pasien suspect ebola asal Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri-Jawa Timur tetap tidak diizinkan untuk pulang. Pihak RSUD Kabupaten Kediri akan mengisolasi GN selama 21 hari sebagaimana masa inkubasi virus.Dari hasil uji laboratorium dari sampel darah dan diagnosa sementara pasien ditengarai menderita infeksi saluran napas. Selama menjalani perawatan di ruang isolasi GN akan diperlakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) awal. Di mana ia tidak dapat dijenguk oleh pihak keluarga secara bebas. Selain itu tim dokter yang memantau perkembangan kesehatannya dilengkapi dengan body protect.Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Kediri dr Sulistyono mengatakan pihak rumah sakit telah menerima bocoran informasi hasil uji laboratorium GN."Namun secara tertulis hingga kini belum mendapatkan. Oleh karena itu pihak rumah sakit tetap merawat pasien di ruang isolasi selama 21 hari. Jangka waktu tersebut merupakan masa inkubasi virus," kata dr Sulistyono, Selasa (4/11).Dijelaskan Sulistyono secara klinik kondisi kesehatan GN di hari kelima menjalani perawatan semakin membaik. Suhu tubuh dan tensi darahnya telah normal"Selain itu nyeri pada tenggorokannya juga berangsur sembuh. Berdasarkan diagnosa sementara pasien ditengarai hanya menderita infeksi saluran pernapasan," terangnya.Seperti diberitakan sebelumnya, pasien suspeck ebola GN mulai masuk ke RSUD Kabupaten Kediri sejak Jumat lalu. Ketika masuk, pasien dalam keadaan panas tinggi nyeri pada tenggorokan dan fibris. Sebelumnya pasien bekerja selama tujuh bulan di hutan negara Liberia Afrika Timur dan baru kembali ke tanah air pada 26 Oktober lalu.
Meski negatif ebola, pasien di Kediri tetap diisolasi 21 hari
Dijelaskan Sulistyono secara klinik kondisi kesehatan GN di hari kelima menjalani perawatan semakin membaik.
Advertisement
Rekomendasi
