Gunung Anak Krakatau erupsi pada Minggu (16/8/2026) pukul 09.12 WIB, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Dika Nurzaman, mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
Sepanjang 2026, Gunung Anak Krakatau tercatat sudah meletus sebanyak 24 kali.
Advertisement
Kolom Letusan dan Rekaman Seismograf
PVMBG menyebut tinggi kolom letusan teramati mencapai 200 meter di atas puncak, atau sekitar 357 m di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat daya dan barat.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 mm dan durasi 59 detik.
Advertisement
Status Siaga Gunung Anak Krakatau dan Aktivitas Dini Hari
Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.47 WIB, status Gunung Anak Krakatau berada pada level Siaga (Level III).
Pada periode pemantauan Minggu (16/8/2026) pukul 00.00–06.00 WIB, PVMBG mencatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–48 mm dan durasi 25–420 detik.
Selain itu, terjadi dua kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2.4–3.3 mm, S-P tidak teramati, dan durasi 11–15 detik.
PVMBG juga melaporkan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1–30 mm, dominan 2 mm.
