DPD I Partai Golkar Jawa Timur mengumpulkan pengurus dari 38 DPD II. Mereka diminta komitmennya berupa surat dukungan terhadap kepengurusan hasil munas di Bali yang diketuai Aburizal Bakrie. Bagi yang bermain dua kaki atau tidak loyal, sanksi pemecatan telah disiapkan.Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid membantah hal tersebut. Dia pun menyebut, tidak pernah memberikan izin kepada kader Golkar yang lain untuk datang ke Munas Kubu Agung Laksono di Ancol. "Kemarin kan kubu sana nyebut yang datang ke Munas Bali datang juga ke Munas Ancol. Itu tidak benar. Tidak ada yang menghadiri. Tidak ada tandatangan resmi. Itu artinya disana ada kepalsuan. Kalau ada yang datang anggota Golkar dari Jawa Timur dan lain-lain itu palsu," kata Nurdin. Klaim dari kubu Agung tersebut, nantinya akan dilaporkan Nurdin ke pengadilan atas tuduhan pemalsuan data. "Ini sudah pasti palsu, 1.000 persen ini akan kita bawa ke pengadilan. Ini kita akan serahkan dulu ke ketua DPP Golkar bidang hukum, lalu kami serahkan ke Menkumham sebagai penambah kekuatan administrasi mana yg benar," kata Nurdin. Sebelumnya, Ketua Penyelenggara Munas Ancol, Yorrys Raweyai menyampaikan para DPD yang di Bali turut hadir di Munas Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.Menurut Yorrys ada sebanyak 384 peserta yang hadir di Munas Ancol. "Jumlah peserta 384 semua itu yang dari Bali. Ini yang hadir di sini sudah dari DPD tingkat I dan II," ujar Yorrys di lokasi Munas Ancol.
Nurdin Halid yakin 1.000% kubu Ical tak ikut hadiri Munas Ancol
Nurdin membantah Yorrys Raweyai yang mengatakan banyak pendukung Ical juga datang ke Munas Ancol.
Advertisement
Rekomendasi
