Demo mahasiswa di Pekanbaru dihadang Pemuda Pancasila

Awalnya mahasiswa akan demo dengan tema korupsi namun karena dihadang PP berubah tema jadi kabut asap.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Demo mahasiswa di Pekanbaru dihadang Pemuda Pancasila
Demo mahasiswa Riau dihadang Pemuda Pancasila. ©2015 PulseFeed/abdullah sani

Pekanbaru dikepung ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Riau, demonstrasi dari Gerakan Mahasiswa Pemantau Aparatur Riau (Gempar) langsung berubah tema dari korupsi menjadi penuntasan kabut asap. Massa yang sedianya menuntut Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman turun jabatannya, juga urung berorasi di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (29/9).Pantauan PulseFeed, sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan massa Gempar ini berkumpul di depan Tugu PON, Jalan Cut Nyak Dien. Massa yang kemudian berniat bergerak ke Kantor Gubernur Riau di Jalan Jenderal Sudirman langsung dihadang ratusan anggota PP Riau.Massa dari Gempur ini sempat tertahan sekitar satu jam di tugu tersebut. Setiap kata yang meluncur dari pengeras suara orasi langsung mendapat provokasi dari pasukan berbaju loreng yang berdiri tepat di hadapan mahasiswa tersebut.Beruntung tak terjadi kontak fisik karena puluhan personel polisi berusaha menenangkan. Setelah bernegosiasi beberapa menit, massa hanya diizinkan PP berorasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, sedangkan aksi di Kantor Gubernur tidak diizinkan.Sikap anggota PP ini disebabkan tema demonstrasi. Sebab dalam pesan singkat yang diterima pada Senin (28/9) malam, massa berniat mengangkat tema korupsi trio Rachman, yaitu Arsyadjuliandi Rachman (Plt Gubernur Riau), Arsyadianto Rachman ( Ketua Pemuda Pancasila Riau) dan Juni Rachman (Kontraktor).

Ketiga Trio Rahman ini merupakan saudara kandung yang kerap dinilai memonopoli dalam menguasai propinsi Riau oleh masyaraka‎t. Tak senang dengan hal tersebut, massa pun mendemo ketiga trio ini.Ketiganya dituding massa aksi telah melakukan konspirasi dalam mengatur APBD Riau, terutama pemenangan lelang proyek. Ketiganya disebut telah memonopoli proyek, sehingga diduga merugikan negara Rp 200 miliar.Sayangnya, massa aksi tidak menyertai tudingannya itu dengan data-data kongkrit. Massa mengaku akan menyerahkannya langsung kepada penegak hukum.Begitu sampai di depan Kantor Kejati Riau, orasi yang dilakukan massa tak sama sekali menyentuh soal dugaan korupsi trio Rachman. Malahan massa lebih banyak soal kabut asap yang sudah beberapa bulan menyelimuti Riau.Tak beraninya massa menyinggung soal korupsi itu karena masih diawasi ratusan anggota PP. Pasukan berbaju loreng itu berdiri di hadapan dan disamping massa mahasiswa. Selain itu, beberapa anggota PP juga terlihat menjaga gerbang Kejati Riau.Sempat pula terjadi ketegangan, karena seorang orator membuka bajunya. Meski tak menyinggung soal dugaaan korupsi trio Rachman, sikap orator ini memancing emosi puluhan anggota PP."Woi, pasang bajumu. Jangan pancing-pancing kami. Kami sudah beri toleransi untuk berdemonstrasi disini (Kejati Riau). Jadi tolong hargai toleransi kami ini, jangan pancing lagi," ungkap seorang komandan Satgas Pemuda Pancasila Riau.Tak ingin terjadi keributan, akhirnya perwakilan massa Gempar diterima pihak Kejati Riau. Di hadapan Asisten Intelijen Kejati Riau, M Naim, kordinator aksi Nirwansyah menyampaikan sejumlah dugaan korupsi Trio Rachman.Kepada wartawan, Nirwansyah menyebut sudah saatnya terjadi pergantian Riau. Katanya, hal itu harus dilakukan untuk melakukan perubahan di Riau."Ingat, mahasiswa pernah menumbang orde baru. Jadi, kami minta Kejati Riau dalam 7 hari ada sikap soal laporan kami. Kalau tidak, kami akan turun ke jalan lagi dengan massa yang lebih besar," kata Nirwansyah kepada wartawan.Selama wawancara di dalam gerbang Kejati Riau, Nirwansyah dikawal beberapa temannya. Dia juga sering melihat orang-orang yang ada di belakangnya. Setelah diwawancarai, Nirwansyah dikawal polisi melewati massa PP yang sudah menunggunya di luar.

Rekomendasi