Masyarakat Kota Solo dikagetkan dengan robohnya salah satu tembok pagar dekat Sasana Putra, Kelurahan Baluwarti, Senin (15/1) malam. Beruntung saat kejadian tak ada aktivitas warga di bawah tembok tebal setinggi 6 meter tersebut.
Pengageng Parentah Karaton Surakarta KGPH Dipokusumo mengatakan, lokasi tembok pagar tersebut merupakan pembatas gedung sentral dengan nDalem Prabuwinatan. Gedung sentral atau Pradikta dibangun pada masa kejayaan Raja Surakarta Paku Buwono X. Bangunan tersebut merupakan pusat pengelolaan listrik untuk Keraton Surakarta.
"Gedung Pradikta itu tempat untuk pusat listrik di Kraton, pengaturan listrik genset, untuk pendingin dan bikin es. Ada 4 kolam pendingin generator. Semua dibangun saat PB X, saat listrik masuk keraton," ujar Gusti Dipo saat dihubungi PulseFeed, Selasa (16/1).
Gusti Dipo memastikan, bangunan gedung utama Pradikta tidak terkena imbas robohnya pagar. Karena pagar yang roboh tersebut hanya gudang yang sudah tidak difungsikan. Ia menilai gedung Pradikta kondisinya masih cukup kuat.
"Tadi saya sudah dihubungi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Rekomendasi dari BPCB sesuai sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat. Nanti tembok akan dirobohkan dan direkonstruksi, dikembalikan seperti semula," terangnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas BPCB mendatangi tempat robohnya tembok, Selasa siang. Mereka didampingi BPBD dan kerabat keraton. Usai mengamati sisi luar tembok, mereka masuk ke dalam melalui Sasana Putra. Namun wartawan tak diperbolehkan masuk.
