Calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar bertemu dengan dua ribu orang warga, pada kampanye tatap muka dan dialogis di Lapangan Duaboccoe Kabupaten Bone, Kamis (1/3).
Pasangan yang diusung Partai Golkar, NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI berdialog dengan empat kecamatan di Kabupaten Bone, masing-masing kecamatan Duaboccoe, Ajangale, Cenrana, Amali.
Pada kampanye tersebut, Nurdin Halid mengungkapkan sejumlah program unggulan jika terpilih memimpin Sulsel. Secara khusus dia membahas dua 'kartu sakti' di bidang pendidikan, yakni Katu Anak Pintar dan Kartu Anak Sehat.
"Kita tidak mau ada perbedaan antara anak orang kaya dan anak orang tidak mampu. Kartu ini hadir untuk mempersempit kesenjangan di antara mereka," kata Nurdin Halid.
Kartu Anak Sehat dari NH-Aziz merupakan solusi untuk menjamin gizi anak-anak di Sulsel. Dengan isi saldo senilai Rp600 ribu hingga Rp1 juta dari pemerintah, para orang tua bisa menggunakannya untuk membeli susu dan lainnya.
"Saya berikan contoh, anak orang kaya bisa minum susu setiap hari, di saat anak miskin belum tentu mampu membeli susu dalam sebulan. Makanya itu demi adanya keseimbangan, kita siapkan dana tunai lewat kartu ini," ujar Nurdin.
Tidak jauh berbeda, Nurdin melanjutkan, Kartu Anak Pintar juga disiapkan untuk memastikan adanya pemerataan kebutuhan bagi setiap anak didik. Tidak memandang latar belakang sosial, baik itu kaya maupun miskin.
Harus disadari, meski biaya pendidikan sudah gratis, problematika tidak selesai. Terkadang ada anak miskin yang sebenarnya pandai malas bersekolah karena minder dengan keterbatasan ekonomi.
"Kartu ini bisa digunakan sebagai uang jajan di luar kebutuhan sekolah."
Diketahui Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar menyiapkan empat program 'kartu sakti'. Program ini merujuk pada konsep pro-kampung yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Dua kartu lain adalah Kartu Sulsel Baru, yang berisi berbagai akses layanan. Antara lain kesejahteraan tanpa bunga dan agunan, pemberian bibit unggul gratis serta sederet layanan unggulan lainnya.
Lalu ada Kartu Mahasiswa Pintar. Ini sebagai jaminan bagi mahasiswa baru terbebas dari beban biaya kuliah, seperti SPP/UKT. Subsidi dari pemerintah provinsi, Nurdin menuturkan akan menanggung biaya mahasiswa baru hingga dua semester. Diharapkan melalui bantuan itu, partisipasi dalam pendidikan tinggi ikut terdongkrak.
