Di depan masyarakat dan keluarga di Luwu, Aziz serukan pilkada damai

Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, menegaskan komitmennya bersama Nurdin Halid (NH) untuk menciptakan pilkada damai. Olehnya itu, hampir di setiap kesempatan, mantan anggota DPD RI tiga periode itu selalu menyerukan kepada seluruh keluarga, relawan dan masyarakat, untuk selalu menjaga pesta demokrasi a

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Di depan masyarakat dan keluarga di Luwu, Aziz serukan pilkada damai
Aziz Qahhar di Kabupaten Luwu. ©2018 Merdeka.com

Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar, menegaskan komitmennya bersama Nurdin Halid (NH) untuk menciptakan pilkada damai. Olehnya itu, hampir di setiap kesempatan, mantan anggota DPD RI tiga periode itu selalu menyerukan kepada seluruh keluarga, relawan dan masyarakat, untuk selalu menjaga pesta demokrasi agar terhindar dari konflik.

Menurut Aziz, salah satu poin penting untuk menciptakan pilkada damai adalah menaati aturan yang dibuat KPU. Kata putra pejuang Kahar Muzakkar, bukan hanya kandidat, tapi seluruh elemen masyarakat harus tunduk pada regulasi yang dibuat penyelenggara pemilu. Dengan demikian, potensi konflik dapat ditekan. Toh, sambung dia, pilkada bukanlah ajang tempur.

"Kita harus menaati aturan yang sudah dibuat oleh KPU agar pilkada dapat berjalan sportif dan damai," kata Aziz, saat mengumpulkan keluarga dan masyarakat untuk makan malam di Kabupaten Luwu, Minggu (25/3) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Aziz ogah membahas gagasan dan program kerjanya sebagai Calon Wakil Gubernur Sulsel. Pertemuan dengan keluarga dan masyarakat pada malam itu sebatas dijadikan ajang silahturahmi setelah hampir sepekan berkeliling melakukan sosialisasi dan kampanye di tanah kelahirannya. Ia juga mengapresiasi dukungan besar kepada NH-Aziz di Luwu.

Aziz Qahhar di Kabupaten Luwu ©2018 Merdeka.com


Ketimbang memaparkan visi misi, Aziz memilih menyampaikan tausiah keagamaan. Ceramah soal agama memang selalu dilakukan Aziz sebagai bagian dari syiar Islam. "Kalau kita sebatas kumpul dan makan itu kan tidak banyak manfaat yang didapat, ya jadi harus diisi pula dengan majelis keilmuan," sebut pria yang hidup dan besar di lingkungan pesantren.

"Terlepas dari tausiah ini, yang lebih penting dari pertemuan ini adalah silaturahim kita, baik sebagai keluarga maupun sekampung. Kita harus senantiasa menjaga hubungan baik ini," sambung Aziz.

Komitmen menciptakan pilkada damai dengan menjaga silaturahmi dengan seluruh pihak pun selalu dilontarkan Nurdin, dalam berbagai kesempatan. Kata mantan Ketua PSSI, pilkada hanyalah momentum mencari pemimpin terbaik. Pesta demokrasi itu tidak boleh merusak hubungan persahabatan, apalagi kekeluargaan.

"Mari ciptakan pilkada damai, pilkada jangan sampai merusak hubungan baik kita dengan sekeliling, baik itu keluarga maupun sahabat," pungkas Nurdin.

Rekomendasi