Calon Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid meluangkan waktu mengunjungi Kelurahan Cempae, Kecamatan Cempae, Kabupaten Pinrang, Rabu (4/4). Di desa ini, pertama kali NH membangun koperasi.
Setibanya, kandidat yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar itu disambut antusias. Nurdin kemudian menyalami warga yang telah menunggunya.
Di Desa ini, Nurdin memulai karir membangun koperasi. Ia menjabat sebagai perwakilan Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud), pada tahun 1980. Saat itu, Nurdin masih berstatus mahasiswa di IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM).
"Saya pertama kali mengenal pekerjaan yang berhubungan dengan rakyat yaitu membantu KUD menstabilkan harga padi, beras, gabah. Saya bertugas di daerah ini di desa Cempae selama satu tahun," kenang Nurdin.
"Saya kembali lagi setelah 38 tahun. Yah, sudah banyak kemajuan. Banyak perkembangan, tapi belum seperti yang saya harapkan, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat Cempae," Nurdin menambahkan.
Sementara, Sambara pemilik rumah yang ditinggali Nurdin kala menjabat sebagai perwakilan Puskud tahun 1980 merasa senang dengan kedatangan Nurdin. Suami Sambara, Petta Kurru adalah ketua KUD di Desa Cempae saat itu.
"Dulu, Nurdin Halid waktu kelola Koperasi disini banyak usaha yang dijalankan. Membeli gabah, beras dan kacang hijau dan membangun gudang. Petta Kuru, suami saya dulu ketua KUD yang ditemani kerjasama," sebut Sambara.
Dia tidak bisa melupakan sosok Nurdin Halid yang dikenal ramah dan santun. "Kalau Nurdin datang pasti dia panggil semua orang, dia sapa semua warga. Orangnya Ramah," ungkap Sambara.
Sejak saat ini, sosok Nurdin Halid merintis karir hingga menjadi tokoh koperasi nasional. Terjun di dunia koperasi, hingga saat ini masih dipercaya sebagai Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia.
