Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengusulkan beberapa hal kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk menghindari adanya penumpukan penumpang KRL Commuterline.
Usulan yang disampaikan yakni, perusahaan di Jakarta yang memiliki karyawan dari Bogor, agar menyiapkan bus sebagai transportasi karyawan. Kemudian, dia meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyiapkan bus antara jemput Bogor-Jakarta.
"Saya juga usulkan adanya penambahan petugas di stasiun kereta dan di KRL. Baik dari PT KAI atau PT KCI, juga dari Pemkot Bogor baik TNI dan Polri," kata Bima, Bogor, Selasa (9/6).
Bima mengaku usulan ini telah disampaikan melalui rapat koordinasi lewat video conference bersama Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo, Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan dan Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan kepala daerah se-Jabodetabek, Senin (8/6) malam.
Selain itu, dia juga mengusulkan adanya sistem pembagian waktu kerja, khususnya bagi pekerja asal Bogor yang menggunakan jasa KRL Commuterline. Usulan tersebut, kata Bima, direspons positif oleh pemerintah pusat untuk kemudian dimatangkan oleh kementerian dan Gubernur DKI Jakarta.
"Sebelumnya kami mengusulkan pengaturan dua sif jam kerja. Jadi, jam 08.00 WIB pagi dan ada yang jam 11.00 WIB. Jadi jaraknya agak panjang. Bagi commuters yang kerja di Jakarta agar dibagi itu. Dan saya juga mengusulkan agar untuk ibu-ibu atau perempuan diprioritaskan untuk sif yang pagi, agar bisa pulang lebih cepat ke rumah," jelas Bima.
"Tiga poin ini harus dimaksimalkan. Karena ini baru penambahan 10 persen penumpang, belum kembali ke normal. Apalagi kalau kita kembali ke normal, penumpukan akan terjadi lagi. Jadi perlu sistem yang baru. Sistem yang diusulkan kemarin sudah disetujui tinggal secara teknis akan dieksekusi oleh kementerian terkait dan juga dikoordinasikan dengan Gubernur DKI Jakarta," pungkasnya.
