Pria Gangguan Jiwa Bawa Pisau dan Teriak-Teriak di Mapolres Lumajang

Rekaman video seorang pria membawa senjata tajam memasuki halaman Markas Polres (Mapolres) Lumajang beredar secara luas. Pria tersebut masuk dan mengacungkan senjata tajam yang dibawanya usai apel pagi.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Pria Gangguan Jiwa Bawa Pisau dan Teriak-Teriak di Mapolres Lumajang
Pengamanan di Polres Lumajang. ©2019 Merdeka.com

Rekaman video seorang pria membawa senjata tajam memasuki halaman Markas Polres (Mapolres) Lumajang beredar secara luas. Pria tersebut masuk dan mengacungkan senjata tajam yang dibawanya usai apel pagi.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seni mengungkapkan, kejadian tersebut berlangsung pada Senin (13/1) sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah pagar dibuka usai apel pagi, pria tersebut masuk seperti warga lain yang hendak mengakses layanan masyarakat.

"Kemudian setelah apel pagi selesai kita bubar, kita buka pintu pagar untuk pelayanan warga masyarakat. Terus yang bersangkutan itu datang bersama warga masyarakat yang lain, tiba-tiba yang bersangkutan lari ke tengah lapangan sambil mengacungkan pisau dapur," jelas AKBP Eka Yekti, Senin (13/1).

Selain mengacungkan senjata tajam, pria tersebut berteriak-teriak dan ngomel, sehingga mengundang perhatian semua orang yanga berada di lokasi. "Jadi berteriak-teriak saja, sambil ngomel, mengacungkan pisau," tegasnya.

Kata Eka, tidak terjadi penyerangan yang mengarah kepada anggota maupun masyarakat yang berada di lokasi, tetapi hanya mengacungkan senjata tajam. Pria tersebut langsung diamankan dan dimintai keterangan.

"Tidak ada (penyerangan). Jadi yang bersangkutan tidak mencoba menyerang atau mengejar salah satu anggota kami. Jadi hanya begitu saja, hanya mengancam, berteriak-teriak mengacungkan pisau," jelasnya.

Polisi juga telah menghadirkan keluarga yang bersangkutan yang teridentifikasi sebagai R, warga Kunir Kidul, Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. Pihak keluarga telah datang didampingi oleh Kepala Desa setempat.

"Jadi kita dapatkan keterangan memang sejak kecil sudah ada gejala depresi atau gangguan jiwa. Kami juga mendapatkan keterangan dari Puskesmas Kecamatan Kunir bahwa yang bersangkutan menderita skizofrenia, gangguan kejiwaan skala berat," jelasnya.

Secara rutin yang bersangkutan telah mengosumsi obat dari Pukesmas setempat. Diduga terjadi keterlambatan minum obat tersebut, sehingga muncul gejala hingga terjadi peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah bisa kita amankan di sini. Infonya yang bersangkutan ada bisikan atau dorongan ke Polres. Alhamdulillaah bisa kita amankan di Polres. Apabila ke tempat lain, akan lebih membahayakan bagi orang lain," urainya.

Saat ini yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit dan mendapat rujukan dirawat di Rumah Sakit Jiwa agar mendapat perawatan lebih intensif.

Rekomendasi